Jumat, 01 Agustus 2014

Barangkali Kamu




Lirik dan aransemen musiknya yang sederhana.

But well, sometimes we just need simple words and rhythm to describe
one of a meaningful process of life.

***

Dari kisah-kisah pada zaman Rasulullah dan para sahabat, terutama kisah mengenai rumah tangga dan keluarga, saya rasa ada satu benang merah yang mampu diteladani: saling memuliakan.

Perihal berkeluarga, tidak sesederhana prosesi dan kisah di FTV, tentu tidak, bagi yang bertujuan pertemuan akhir denganNya.

Saya meyakini bahwa belahan jiwa kita, bukan manusia. Agak absurd ya, dan cenderung keluar dari konteks. Pencipta jiwa, bahkan yang menggenggam, adalah Tuhan kita. Kalaupun ia terbelah, satu-satunya yang berhak menjadi pemilik adalah Dia. Jika pun ada segenggam anugerah yang Ia titipkan, letupan-letupan manusiawi atas interaksi dengan sesama makhluk, bukan berarti lawan interaksi adalah seorang yang lantas bisa disebut sebagai belahan jiwa.

Kita hanya saling bersua, saling menyapa
Dibumbui komitmen dan berjanji suci atas namaNya
Kemudian bersama meneruskan perjalanan, dengan rute searah,
dengan peta yang sama, kapal yang sama, tujuan yang sama.
Mengepalkan tangan sebagai satu tim, memiliki musuh yang sama,
bahu membahu memperbanyak amunisi dan persediaan bekal
Saling mengobati saat tersakiti, berdansa saat terwarna pelangi.

Dan persoalan memuliakan, tidak lagi sekedar membicarakan untung dan rugi materi dan keduniawian.

***

Barangkali kamu..


Tidak ada komentar:

Posting Komentar