Minggu, 04 Mei 2014

Kupu-Kupu di Perut

Malam ini saya kembali mengkonsumsi satu botol minuman yang bikin geli tenggorokan, berwarna merah. ah sebut saja Fanta. *glegek'an* *tutup mulut*

Well, perut saya pun dibikin geli dua hari belakangan. Saya sempat beberapa kali membayangkan gimana sih rasa yang dirasakan orang-orang yang nulis "seolah ada ribuan kupu-kupu yang terbang di perut"?

tetap saja tidak bisa dibayangkan.

tapi atas izin-Nya, kupu-kupu terbang yang bahkan tidak bisa saya lihat ternyata menghinggapi saya, dua hari pertama di awal bulan Mei.

Mau saya usir juga nggak bisa.
Katanya, "izinkan kami selamanya hinggap di perutmu, Nabilla."
eh ternyata kupu-kupu ini punya keahlian lain: menjadikan syaraf-syaraf di kaki melemah, lunglai, lemas.

hahahah, ngemeng epee..

***

Why so worry
What to worry?
Who to worry?

Nggak biasanya, sangat nggak biasanya.
Kekhawatiran yang hingga hampir memperdaya diri, untuk apa, untuk siapa, akan kemana hati ini berlabuh dan kembali pulang. Lillah, Lillahi ta'ala.

Hingga akhirnya teringat kembali bahwasanya segumpal daging di dalam jasad saya ini bukan saya pemiliknya, bahwa saya hanya bertugas untuk menjaga, membersihkan, dan membiarkan resonansinya mengomando saya untuk melakukan segala hal yang dicintaiNya dan meninggalkan yang dibenciNya. Bukan berarti tanpa cacat.

Khawatir yang demikian ternyata menghadirkan banyak pertanyaan, sesekali membersamai dalam sedih dan kebimbangan. Dan satu yang paling dominan: Mengapa, Ya Tuhan..?

Begitulah manusia, entah pertanyaan yang memburu apakah bentuk dari ketidak-syukuran ataukah bentuk dari penggalian kuasaNya. Saya bahkan sulit sekali membedakan. Takut banget kan, kalo-kalo yang saya tanyakan adalah cerminan dari ketidaksyukuran saya...

Saya pun berusaha mencari jawabannya. Dalam usaha manusia, proses ikhtiarnya, saya yakin Allah tidak akan membiarkan makhluknya terus terbelenggu dalam tanya. Beberapa buku yang tidak sengaja secara asal saya buka, kajian yang saya dengarkan, serta nasihat dan cerita dan lingkungan sekitar, mengarahkan saya pada jawaban. Insya Allah jawaban.

Mungkin Allah sedang ingin membuat saya bahagia, dengan cara yang berbeda.

***

kupu-kupu yang masih betah hinggap, gimana kabarmu hari ini..?


Tidak ada komentar:

Posting Komentar