Selasa, 24 Desember 2013

Sedikit tentang Doa Rabithah

"my time is running out"

"Ya Allah,
Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta padaMu
telah berjumpa dalam taat padaMu,
telah bersatu dalam dakwah padaMu,
telah berpadu dalam membela syariatMu,
Kukuhkanlah, ya Allah, ikatannya,
Kekalkanlah cintanya,
tunjukilah jalan-jalannya.."

Begitulah tulisan dalam gambar yang menjadi DP BBM ku hari ini, kutipan dari doa rabithah. Tidak sampai 5 menit setelah aku mengganti Display Picture (DP) BBM, Renata, seorang teman seangkatan langsung BBM.

“billaaaaaaa.. aku shock baca DPmu! Matiih!”

Aku dengan singkat menjawab, “emang kenapee?” sebenernya pengen tau juga, ada apa renata sampe shock baca DP ini. Apa yang salah? Ternyata jawabannya di luar dugaan,

“Billaa falling in loveee.. gapapa seneng liatnya” ia membubuhi emot-emot unyu setelahnya.

Aku hanya bisa menjawab dengan emot andalan -__________________-“

Akhirnya obrolan kami mengalir, mulai dari bahasan nikah-love-love-an, sampe liburan dan oleh-oleh. Hingga obrolan pun normal dan aku tidak kembali dipojokkan dengan tuduhan sedang jatuh cinta.

Renata, bukan orang pertama yang mengatakan hal demikian. Beberapa rekan memojokkanku dengan tuduhan sama, hanya karena memergoki ku beberapa kali terlihat sumringah.

Siangnya, aku menyempatkan memberi selamat kepada Faisol, teman seangkatan yang sempro hari ini. Aku nggak bisa memenuhi undangan ke sempronya karena harus menyetor laporan PHK-C dosen, sebagai gantinya, aku cuman ngasih ucapan selamat hehe. Disana, aku ketemu Dina, Atika, Sista, Lita, dan Catur. Kami ngobrol-ngobrol ringan hingga entah apa yang merasukinya, Lita tetiba menanyakan pertanyaan pancingan, "Bil, jare atene rabi?"

"HAH?!"

Belum sempat menjawab, Catur buru - buru menambahi,
"Iya niiih Billa kayaknya lagi falling in love yaa? Path ama twitter nya beda banget sekarang, aneh-aneh gitu postingannya hihihi"

Ini lagi, ngaco abiiiissss. Aku ngepost aneh-aneh apa sih di path? Perasaan cuman foto-foto, komen-komen, lagu, visit place, dan hal-hal standart lainnya. Biasa aja. Pun twitter. Salah satu twit ku pun di respon heboh oleh temen2, padahal aku nggak lagi nge twit soal love-love an. Aku pun menangkis celotehan temen-temen dengan argumen2 tersebut.

***

Kembali ke doa rabithah, salah satu doa yang, menurutku sangat indah.
Aku mengenal doa ini di bangku kuliah, ketika kakak-kakak dan teman sebaya lelaki kerap menutup majelis, suatu rapat, atau pertemuan dengan doa ini. Waktu itu, aku tidak tahu betul lafalnya, apalagi artinya. Hanya saja, mendengar doanya saja sudah membuatku terkesima. Hingga ibu memberiku Al Qur'an baru berwarna biru, lengkap dengan tajwid, terjemahan per kata, ayat-ayat sujud, asbabun nuzul, doa, dan ayat yang disunnahkan untuk bertasbih. Di dalamnya, terselip sebuah buku kecil, tipis, bertuliskan Al Ma'surat kubra yang disusun Hasan Al Banna. Al Ma'tsurat kubra ini lengkap dengan arti dan hadist nya, mengapa Rasulullah membaca doa ini, apa arti dari ayat ini, dan sebagainya. Dan di bagian belakang, ditutup dengan doa rabithah ini. Doanya memang indah, coba searching aja di google.

Terkait merutinkan hukum membaca doa rabithah , link ini mungkin bisa menjadi referensi.

Aku memang mudah sekali trenyuh dengan lantunan doa-doa yang indah.
Bulan Desember ini, beruntungnya aku, kembali dipertemukan dengan beberapa doa terindah. Salah satu diantaranya begitu ku ingat, entah kenapa, ada doa sederhana yang sepertinya kaya makna. Begitu menarik perhatian.

Dan doa rabithah ini, menjadi pengingat.

***

"Bil," ia menghela nafas sejenak.
"Auranya berubah. Warna aura yang mudah sekali gue lihat, yang membuat gue pun tertawa konyol dan bergumam, ni orang lucu banget.."
"Bukannya warna aura itu tetap ya?"
"ya, ada yang dominan, sebagai karakter seseorang. ada pula yang kondisional, dalam keadaan tertentu. aura yang terlihat, tidak bisa menipu. atmosfir nya saja sudah beda.."





Tidak ada komentar:

Posting Komentar