Selasa, 31 Desember 2013

Pertimbangan - Pertimbangan

Maka sungguh seseorang terbang dengan cita sucinya, sebagaimana burung terbang dengan 2 sayapnya - Salim A Fillah

Dalam beberapa kesempatan, aku cukup sering mengutip untaian kata dari Udztad Salim A Fillah / @salimafillah. Buku beliau juga bagus-bagus, beliau lihai sekali memainkan kata, top banget lah. Kutipan diatas aku ambil dari twit beliau, mengingatkan ku pada mimpi-mimpi dan tujuan hidup yang harus terus dibenahi agar senantiasa lillahita'ala.


***

Akhir tahun 2013 ini aku tutup dengan agenda YERT nya @YOUTH_ESN, sebuah komunitas nasional yang bergerak di bidang pendidikan. Lumayan berkesan, agenda ini sudah ingin aku ikuti sejak tahun lalu dan sempat tertunda karena berbagai skala prioritas. Aku belajar dari teman-teman lain yang sudah lebih berpengalaman dalam dunia pendidikan. 


Setelahnya, adalah saat yang aku tunggu-tunggu: ngobrol sama ortu. Karena ada beberapa agenda yang aku siapkan, setidak-tidaknya ada dua. Yang satu, rahasia. Yang satu lagi adalah S2.

Keduanya, pada akhirnya, agak mengecewakan. Sekalipun argumentasi beliau-beliau dapat aku pertimbangkan. Tersadar bahwa dalam banyak hal, sejak kecil aku sering sekali berseberangan, tapi toh pada akhirnya aku yang juga mengikuti apa yang dikehendaki beliau. Alasan yang sangat kuat yang selalu mendasarinya adalah: anak perempuan tunggal.

Siang tadi aku tertidur dengan samar-samar mendengar percakapan keduanya yang hanya berjarak beberapa langkah dari tempat aku memejamkan mata. Tema obrolan adalah S2 dan beberapa elemen yang mengikuti setelahnya. Mereka sedang membicarakan jalan hidup anaknya kelak. Sorenya seusai aku bangun dan mandi, ayah membuka obrolan kembali.

"Ayah khawatir, Ibu juga memiliki beberapa pertimbangan..."
Lalu obrolan mengalir. Siapa sangka obrolan singkat itu membuatku menangis, aku tidak ingin menangis, sejujurnya. Pantang bagiku menangis dihadapan beliau dan adik2 tingkatku. Sama sekali tidak ada dalam tujuan bahwa tangisan ini dapat mengubah pendapat beliau. Aku menghargai segala keputusan dan izin yang diberikan atau yang tidak diberikan, hanya saja mungkin beberapa alasan yang dikemukakan terdengar begitu menyakitkan.

Pada akhirnya, senja terakhir di 2013 ini harus dihiasi uraian air mata.

***

Maka benarlah, hanya kepada Allah saja hendaknya kamu ceritakan tentang mimpi-mimpi, cita-cita. Agar Dia lah yang menjadi satu-satunya perengkuh mimpi, Pemberi skenario terbaik.

Pegang teguh DienMu dan percaya; rencanaMu akan jauh lebih indah.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar