Minggu, 22 Desember 2013

Anggapan

a step

Seseorang pernah berucap, "kamu itu layaknya burung yang terbang bebas dan bisa mendarat, pergi kemana pun kamu mau," dia lantas tertahan sejenak. aku hanya mendengarkan.
"aku hanya ingin mengikatmu agar tidak lagi kemana."
sepotong suara tetiba menjawab, "tali pengikatmu bukanlah tali yang tepat."

Beberapa lainnya, berkomentar aku adalah seorang yang 'mengerikan'. Ada yang dengan sok tahu menebak aku bercita-cita menjadi wanita karir, meraih karir setinggi mungkin.
Ada lagi yang melihatku sebagai seorang yang berambisi besar.

Padahal, aku klewas klewes total.

Dan mengenai anggapan-anggapan, biarkan saja menjadi anggapan.
Karena, kata Ibu, si pemberani tidak akan larut dalam anggapan.
Ia akan membuktikan.

***

“Cinta sejati selalu menemukan jalan. Ada saja kebetulan, nasib, takdir, atau apalah sebutannya. Tapi sayangnya, orang-orang yang mengaku sedang dirundung cinta justru sebaliknya, selalu memaksakan jalan cerita, khawatir, cemas, serta berbagai perangai norak lainnya. Jika berjodoh, Tuhan sendiri yang akan memberikan jalan baiknya. Termasuk “kebetulan2″ yang menakjubkan.”

Tere Liye, novel "Kau, Aku & Sepucuk Angpau Merah"



Tidak ada komentar:

Posting Komentar