Sabtu, 02 November 2013

Saudara

Kembali dihadapkan dalam situasi demikian, membuatku kembali mengagumi sosok yang selalu disebut-sebut dalam Al-Qur'an, yang senantiasa ada dalam untaian shalawat dalam shalat dan doa, sang Nabi dengan mukjizat Al Qur'an. Aku kembali terkagum akan kemampuan Beliau menjaga hubungan dengan Allah (Habluminallah) dan hubungan dengan sesama manusia (Habluminannas). Mengelola keduanya dengan seimbang.

Betapa sulitnya..

Kembali pula teringat, bahwa dalam salah satu ayat di Surat Al Baqarah, manusia diamanahkan sebagai umat penengah; selalu ada himbauan untuk tidak berlebih-lebihan. Sekalipun begitu abstrak, sulit sekali mengukur kadar, apakah aku berbuat berlebihan?

Aku memang bukan seorang yang berkecimpung dalam dakwah, juga tidak lihai dalam menyanyikan untaian kata-kata indah dengan nuansa islami. sama sekali bukan..
yang bahkan kini meraba-raba, kembali bertanya,
bagaimana konsep ukhuwah yang sesungguhnya?

bagiku, ini lebih dari sekedar siapa paham apa
siapa membantu siapa
siapa yang paling lelah
siapa yang paling banyak masalah
siapa yang seharusnya dimengerti dan seolah mendapat hak imun 

adalah tanggung jawab;
adalah kita bersama-sama saling membantu
saling memahami, saling berkomunikasi

kalau saja bisa diam, lebih baik diam. diam saja, membiarkan yang terjadi.
layaknya membiarkan air mengalir, tanpa dibendung oleh benteng-benteng untuk mengarahkan aliran air.
biarkan saja mengalir, entah kemana ia akan bermuara.

***

bukankah kita bersaudara?



Tidak ada komentar:

Posting Komentar