Rabu, 19 Juni 2013

Virus dengan obat bius: AROGANSI

ilustrasi seorang yang dikisahkan dililit oleh arogansi

Sombong itu tidak ada habisnya untuk manusia yang secara tak sadar dengan kesombongannya - Mba Lani


sebuah status facebook teman pelayaran nasional 2011 yang memantapkan aku memposting salah satu sifat yang tentu saja, didekati saja aku tidak mau.



mengapa ngga mau?

simpel. aku pernah arogan.
dan sungguh alhamdulillah, aku pernah merasakan sikap arogan yang menyergap raga dan batin.
umumnya, manusia menolak sesuatu karena dua hal.
sudah pernah merasakan, atau ngeri duluan membayangkan.
anggap aja ini teori bego-begoan saya. yang punya teori lain, patahkan saja yang ini.


mengapa ngga mau?

setelah aku gali lebih lanjut, aku paham. arogan, atau mungkin erat dengan kesombongan adalah salah satu dari 3 akar dosa. which are, ketiganya adalah kesombongan, ketamakan, dan kedengkian.
sombongnya manusia, umumnya karena cetek-nya pengetahuan.
ternyata ini bukan hanya peribahasa dan petuah guru SD.

contoh mudahnya, saat aku dapet duit pertama kali, hasil lomba nari kejuaraan di beberapa tempat kala SMP plus SMA, belagunya amit-amit. berasa bisa nyari duit sendiri. aku arogan, ibu beberapa kali aku bohongi. bilangnya rapat, nyatanya aku dolan. Ternyata, kasihNya sungguh nyata. berangkat les (kala itu aku baru naik kelas 3 SMP) aku jatuh dari motor. ditabrak orang ngebut, motorku ajur, bahkan aku ngga ngerti gimana ceritanya coklat putih toblerone kesukaan bisa kena bensin. badanku save, telapak kaki kananku yang engga.  singkat kata, aku shock, digotong orang, ditelponin ibu, dibawa ke klinik, dijahit 27 jahitan luar dalam, ga masuk berminggu-minggu, pake dibawa ke dokter spesialis bedah yang sangat mengerikan, pake tongkat buat jalan, dan karena rambutku makin liar, terpaksa dipotong macam dora. the last reason is a horrible thing.


waktu itu, ayah sedang perjalanan dari lumajang ke surabaya. Ibu, sambil nangis nelpon Ayah. Ngabarin kabar gludug. aku masih melongo di kasur, nangis, soalnya mau di operasi.

Ibu, kala itu memintaku istighfar. aku istighfar sambil nangis, sambil mikir, salahku apa ya Allah?
tuh kan, udah di red line, dokter udah bawa gunting siap ngebedah kaki, masih ngga paham salahnya dimana??

Sabtu, 08 Juni 2013

Raudhatul Jannah

Raudhah, taken from here


Rasulullah bersabda, “Di antara rumah dan mimbarku adalah taman dari taman-taman surga, dan mimbarku di atas telagaku”



***



Yang paling aku suka dari Madinah, adalah Nabawi

yang paling aku suka dari Nabawi adalah Raudhah
taman surga


Mungkin ditafsirkan sebagai taman surga adalah tempat diturunkan rahmat dan karunia Allah atas doa dan syukur yang dipanjatkan untukNya. Karena itulah, raudhah adalah tempat doa yang mustajab.



dan bagi akhwat, ngga mudah masuk ke raudha,

ada jam-jam tertentu, yakni biasanya di pagi hari. antara waktu dhuha - ba'da dhuhur , waktu setempat
katanya juga, malam hari sih bisa, tapi aku cuman ke raudha sekali lantaran penuh sesak. kalo yang ikhwan, bisa kapan aja ke raudha.
dan raudha, bukan lokasi yang luas; untuk akhwat hanya 2 petak karpet
sempiitt sekali. aku juga bingung membayangkan akan kah taman surga seperti ini?
Subhanallah, Allah pasti sudah menyiapkan hal-hal yang bahkan tidak dikira-kira oleh manusia.


Karena kala itu musim umrah lagi rame-ramenya, nabawi penuh sesak. yang pengen doa di raudha juga ratusan. akhirnya, laskar nabawi seperti biasa, membagi jamaah akhwat menjadi per negara.

- arab sendiri (dan lebih diutamakan)
- mesir, irak, iran, turki
- sisanya orang asia, which are Indoensia, Malaysia, dan Brunei yang dapet kloter belakangan


untungnya, mba *aku lupa namanya* pemandu kami, baiknya luar biasa. beliau tau rute tembusan ke raudha, dan kami sengaja baris dibelakang agar bisa 'kabur'

dan benar saja, waktu ada kesempatan, kami se rombongan kecil , ga sampe 15 orang, digiring masuk raudha lewat jalan keluar.
tapi betul-betul harus diam-diam, dan masuknya pun dikit-dikit , ngga bisa rombongan


"ibu tunggu sini ya, saya nanti kembali." begitu kata mbaknya. "soalnya laskarnya galak, nanti saya dimarain"

kloter pertama yang masuk raudha, adalah aku, ibu, dan 3 orang lainnya. udah kayak maling aja menyelinap-nyelinap di dalam masjid nabawi.
ampuni billa ya Allah.. bukan maksud untuk maling..


aku waktu itu kena serangan kantuk luar biasa

hampir tiap waktu senggang pas umrah, kalo ga ibadah, pasti tidur dengan mudahnya.
sebelumnya aku sudah membaca tentang raudha, dan membayangkan aku akan nangis termenye-menye disana, tapi mengingat aku ngantuk abis, jadi aku pikir, ah mungkin aku hanya berdoa aja seperti biasa


ternyata aku salah besar.

atmosfer di raudha beda total.


karena begitu sempit dan sesak, waktu kami masuk, isinya masih orang-orang turki yang bodinya (mungkin karena faktor gen dan daerah) lebih gede dari orang indonesia pada umumnya.

sehingga aku mempersilahkan Ibu untuk sholat lebih dulu.


"2 rakaat saja ya Bu, kita gantian sama yang lain." pesen mbaknya

yap betul memang, jangan sampe kita ibadah apalagi dalam kondisi yang demikian, egois kita luar biasa, sementara di luar masih banyak yang ingin mendapatkan hak beribadah untukNya
si mbak sempet ngusir ibu-ibu turki yang lamaa banget di raudha, kasian juga sih


setelahnya, giliranku.

karena ngga ada tempat untuk naruh tas, aku tetep sholat sambil bawa tas kecil berisi buku dan Al Quran
dan jeng jeng.. aku mulai terbawa atmosfer.
betul kata Ibu, raudha , mungkin saking mustajabnya,
bikin kami speechless.
hilang semua keinginan, hilang semua rencana-rencana doa.


subhanallah, semoga suatu saat bisa bertemu raudha kembali,

di nabawi
dan di akhirat.

Kamis, 06 Juni 2013

Their New Point of Life

cantik-cantik ya! aih masa si


Lewat postingan ini,
ingin sekali memberi selamat buat kakak-kakak (hanya sebagian. konon, yang lain masih berkutat di tugas akhir, baru kelar kompre, dan ada yang ga mau wisuda barengan biar masing-masing bisa pidato) yang menyambut saya dan beberapa rekan-rekan dengan sangat baik, dengan cara mereka sendiri, dengan jejak-jejak yang harus kami lanjutkan.

aku sampe terharu, berdiri dekat podium -hanya di dekat- memegang rundown acara dan daftar wisudawan, mencoba memandu jalannya pelepasan wisudawan di Gedung B FH UB hari Sabtu 1 Juni lalu. dua kali aku terharu ngelihat kakak-kakak di wisuda.

pertama, di wisudanya mba Rahma, mantan Pimpinan Redaksi (Pimred) LPM ManifesT FH UB yang aku posting disini dan kedua, di wisuda kakak-kakak resek ini.

saya mungkin, bukan seorang adik tingkat yang patut dikenang
walau demikian, masing-masing dari kami telah bertemu di titik ini
masa dimana kami dipertemukan, semoga itu adalah sebuah anugerah

here they are:

Mba Fatma
Mba Ira
Mas Rendy (yang pada hari itu berpidato. harusnya sih mba Fatma sebagai peraih IPK tertinggi 3,92 man! tapi entahlah, faktor mantan presiden BEM kali ya)
Mas Arga
Mba Icha
Mas Dhaniar
Mba April
Mas Agit
Mba Nuro
Mba Nuril
Mba Echa
Mas M
Mas David Novan
Mba Yuliana
Mas Adi Nugroho dan kakak" Formah PK lainnya
Mba Bella
Mba Ditha
Mas Ribash
dan sapa ya..kali aja ada yang lupa hehe

dan mereka disambut adik-adik yang kece sampai kapanpun.

and the next question should be,
giliran saya kapan?

*langsung diomelin banyak orang*

minus saya! gr!

mba Fatma, such a great freeze moment

HIDUP MAHASISWA!!

:D

mba Ira, ex bendahara BEM, ex manager mas rendy di pemilwa. kami bedua manager" sukses aih alhamdulillah ya

Ex Director of FKPH


Mba Icha plus Mas Arga
A makan-makan time! :9