Senin, 12 November 2012

Kata menyebalkan bernama ENTAH

bulan sebelas tahun duaribuduabelas
penghujung tahun, pengahabisan hari dan waktu, penyesalan telah mengantre untuk memasuki hati manusia-manusia yang terlalu gengsi untuk maju.
dan bagiku, dua tahun terakhir adalah dua tahun yang
entahlah.

miris banget ya? sudah kesana sini, tapi yang didapat hanya kata entah.
oh bukan..
tentang apa yang saya dapatkan beberapa tahun terakhir, adalah yang luar biasa sejak titik balik itu.
sungguh luar biasa, bukan berlebihan ketika saya mengungkap bahwa yang saya dapatkan tak cukup dituliskan dalam satu postingan. tak pantas.
orang-orang yang berjasa, ketika saya pun tak mampu membalas budi,
imbalan yang dapat saya berikan adalah meneruskan ilmu dan teladan. sehingga, sungguh tak pantas ketika saya hanya mengungkap dalam satu postingan.

entah apa jawaban dari tiap pertanyaan yang bergelimang di kepala
banyak manusia baru yang ku jumpai, membawa karakter dan jati diri masing-masing
terkadang jengah, ingin marah, tak jarang larut dalam gerahnya tawa
namun, itu semua nagih.
hasrat ingin bertemu manusia-manusia baru terus meminta untuk dibayar lunas
karena ia membawa poin-poin jawaban
terlepas benar atau salah, terlepas dari kebodohan saya sebagai manusia tak tak terelakkan
saya ingin selalu bersama manusia-manusia baru

tapi sesudahnya, saya selalu larut dalam heran.
karena besertanya saya semakin menyadari bahwa, selalu ada kepalsuan yang terjejal.
palsu, tiap maksud itu palsu. tiap ucapan yang diberikan ke saya itu palsu.

entahlah..

terlepas dari jawaban yang tidak bisa dengan seutuhnya saya dapatkan
karena saya tahu,
semua akan dijawab pada waktunya
oleh Yang Maha Menjawab.