Selasa, 31 Juli 2012

my-brown-square-thing finnally back.. :)




“darisini kamu bisa belajar dan tahu nduk, ngga semua orang luar itu pinter dan tanggung jawab..”

Itu kata Ibu waktu menanggapi ceritaku akan respon panitia tentang beberapa masalah. Waktu koper hilang, aku bersikeras ngga mau cerita ibu atau ayah, simpel, karena ngga mau bikin khawatir. Aku berusaha menangani sendiri, dengan bantuan buddy (yes, hanya buddy), untuk telpon air asia china, bandara, ngedamprat air asia indonesia, sampe nelpon kedutaan besar di china yang ngga nyambung”. Ketika nyadar kalo waktuku di tanggal 27 sangat sempit (karena malamnya harus udah ke chengdu, menempuh 33 jam perjalanan dan ngga ada kebijakan oleh TL dalam hal ini), aku baru nelpon ibu. Aku cerita, dan ibu berusaha tenang, membesarkan hati dan menyarankan untuk jangan eman sama duit untuk beli beberapa potong baju dan barang yang diperlukan.

Aku awalnya hanya beli 1 kaos dan 1 jumpsuit, biar ada gantian untuk jeans. Bukan apa-apa sih, alasan terbesarku ngga mau beli banyak adalah aku yang sama sekali ngga ada selera lihat fashion china. koleksi baju cewek kebanyakan ngga berlengan dan terawang. Belum lagi motif yang ngga jauh-jauh dari polkadot. Eww.. sumpah ngga bisa bayangin kalo aku pake jumpsuit motif polkadot. Terakhir aku suka motif polkadot itu SMP, itu juga pas lagi jaman-jamannya polkadot dan fashion retro.

nih!! my very first jumpsuit!! -,-"


Minggu, 29 Juli 2012

33 Hours in Chinese Train



view dari Hangzhou ke Chengdu



Draft postingan di tulis pada tanggal 28 Juni 2012, di dalam kereta (yang katanya) kereta cepat.

***

What you can do for 33 hours in the train?

Pertama-tama, mari membuat survey, sudah pada pernah naik kereta?
Sudaaah

Oke, cukup.

Team leader project kami membuat jadwal bahwa kami harus mengunjungi Chengdu terlebih dahulu selama kurang lebih 1 minggu. Dan untuk ke chengdu dari hangzhou, bisa menggunakan 2 opsi transportasi. Pertama pesawat seharga 1500 Yuan dan itu jelas nggak mungkin banget, kedua naik kereta dengan harga 500 Yuan. Murah kan? Asik kan?

Perjalanan dari hangzhou ke chengdu kira-kira sama dengan dari banyuwangi ke....palembang. dan itu ditempuh dengan menggunakan kereta selama.....33 jam.
Disini kalian boleh bilang, WOW.

Karena itu juga kata pertama yang keluar dari mulutku ketika si buddy bilang perihal 33 jam di kereta. Tapi yaudah lah, itu pilihan terbaik daripada bangkrut.


Koper Hilang part 2




keadaan HIA dini hari.



Draft postingan ini ditulis pada tanggal 27 Juni 2012, di Hangzhou Railway Station.

***

Sebagai makhluk Nya yg hidup di bumi-Nya, sudah seharusnya untuk selalu berdoa dalam setiap perjalanan, dalam setiap rencana, dan dalam setiap langkah yang diambil, agar selalu menjadi hal yang diridhai-Nya.

Termasuk kegiatan exchange ini.

Semuanya berjalan cukup lancar –hingga pun ketika aku sama sekali tidak mendapatkan sponsor, juga ketika menghadapi peliknya birokrat universitas (yang katanya level) internasionalMungkin aku yang terlalu berharap lebih (yang indah-indah saja) atau mungkin juga aku yang terlalu terlena dan terlalu banyak waktu yang tersita. Semuanya baik-baik saja, dari berangkat dr SUB hingga HGH. Sampai ketika aku mendapati koper aku yang hilang.

Sejak nyadar kalo koper lenyap, aku sudah berusaha memproses di bandara Hangzhou, mereka hanya bisa mengatakan “i’m not sure” dan berulang kali mengatakan akan mengirimnya ke bandara Chengdu karena tanggal 27 malam itu juga aku berangkat ke chengdu dengan EP dan panitia lain. Lah gimana mau ngirim kalo nggak sure? Itu semacam gombalan untuk menenangkan hati klien yang khawatir, but sorry to say, I would ask them until the specified detail.
Semalaman aku menginap di bandara bagian international arrival, dimana sama sekali ngga ada apa-apa disana. Berusaha untuk tidur dan ketika terbangun, berharap sekali bahwa yang aku hadapi ini adalah mimpi buruk. Dan sangat berharap dapat kembali ke hari sebelumnya ketika masih di kuala lumpur, ketika aku bisa memastikan apakah koperku di turunkan atau tidak.

Tapi, ya mana bisa. Benar apa kata john mayer, when u’re sleeping with a broken heart, the waking up is the hardest part.

Kamis, 19 Juli 2012

Alam Berbahasa



pagi di Bandara Hangzhou. Hujan. Alam pun berbahasa.



Bagaimana rasanya ketika terbangun di negara yang berbeda?
Menyenangkan? Belum tentu.

Bagaimana jika terbangun di negara yang sama sekali aisng, bahasa yang selama ini dianggap bahasa alien, tempat yang asing, dan sangat sepi?
Oke, seru.

Bagaimana jika terbangun di negara yang sama sekali asing, bahasa yang selama ini dianggap bahasa alien, tempat yang asing, sangat sepi dan dengan koper hilang yg berisi persediaan dan barang” untuk 30 hari ke depan?
That’s what I face.

***

Rabu, 18 Juli 2012

Koper Hilang part 1

@ LCCT Malaysia, sebelum naik pesawat gede


26 Juni malam, air asia yg aku naikin masih berputar-putar di atas langit Hangzhou yg mendung. Mendungnya tebel banget, sampe-sampe lampu-lampu kotanya ngga keliatan indah.

Ternyata Hangzhou diguyur hujan. Lebat.

***

Aku masih bernyanyi dengan riang pas mau ambil bagasi
Aku juga masih nunggu, mana nih koperku.

Bagitu rel berhenti aku baru bengong: koperku gak onok. Matek! Mana orang-orang china ini rempong abis, tereak sana-sini bikin pusing. Aku takutnya kalo koperku diambil orang, mampus deh.

Trus aku menuju tempat yang untuk pelaporan bagasi hilang. Alhamdulillah mbaknya bisa bahasa inggris, tapi ya gitu, ngga jelas. Dianya minta aku ngisi data koper ilang dan bilang kalo bias menghubungi dia besok. Detik berikutnya, aku masih tenang , insyaallah ketemu lah. Aku juga mencoba berpositive thinking, dengan ngga adanya koper, aku bisa tidur lebih tenang karena carrier bag lebih mudah dijaga.

Trus aku memutuskan untuk keluar dari ruangan urusan bagasi dll. Begitu diluar, eh toko-toko di bandara ini udah tutup semua. Yang buka Cuma toko buku yang full bahasa china. Halah, akhirnya aku memutuskan untuk ke tempat paling sakral di China: toilet. Waktu itu, aku lupa kalo toilet di china itu bersih banget dan  normal banget. Aku ke toilet dan mendapati toilet dengan 2 wc.

ini masih mending, lumayan bersih.


Transit @ LCCT



my archipelagic state