Jumat, 18 Mei 2012

Makassar, here I am (with silly team from FH UB)

Langit Makassar, @ Sultan Hasanuddin International Airport 5 Mei 2012

"....mbak tahu adek memiliki amanah dan pasti bertanggungjawab di dalamnya, tetapi mbak pesen sampai kapanpun jangan hentikan semangat adek untuk menulis seperti di semester1 dan 2 lalu..."

Itulah penggalan sms dari mbak Airin, mbak Cece, atau yang biasa aku panggil Profesor Liemanto. Seorang keturunan China yang nama belakangnya dia rahasiakan dari khalayak umum, Direktur Umum FKPH yang cinta mati sama HTN.

Sms itu merupakan respon atas keenggananku ikut LKTM MA di Universitas Hasanuddin, Makassar. Keengganan ini bukan tanpa alasan, masa ketika informasi lomba ini datang, adalah masa terbutek selama beberapa bulan terakhir, ingin ku waktu itu adalah fokus pada satu hal yang sedang menjadi amanah. Dan aku paham betul, membuat karya tulis (yang ngga ecek-ecek) juga membutuhkan fokus, waktu untuk berdiskusi dengan team, dan segala keribetan lainnya. Urung sudah niatku..

Tapi mbak Airin datang bagaikan Spongebob yang sedang mendendangkan Picaro. Aku melihat lagi salah satu "things that need to realize on 2012"-ku. Ada satu kata disana yang sudah ku sepakati dengan hati, sebuah MoU dengan sanksi moral dan penyesalan apabila tidak dijalani. Sehingga ku putuskan untuk ikut saja..alhamdulillah Ganjar dan Fatih ngajak gabung ke team mereka. Kemampuan mereka sudah ngga diragukan dalam hal karya tulis, jadi ya bisa sekalian belajar. I said, yes, I'm join!

***


Setelah melalui proses pembuatan karya tulis yang (saya rasa) tingkat keseriusan hanya 40% , karena yang 60% nya habis untuk bercandaan, alhamdulillah Yang Maha Kuasa mengizinkan dua delegasi dari FH UB untuk lolos ke final, menyisihkan 60-an karya lain. 
UB 1=Rifqy Hidayat dkk, UB2=Nabilla Desyalika Putri dkk
Masih teringat betul ketika aku di BBM Catur yang ngasih ucapak selamat atas lolosnya kartulku. Speechless, waktu itu aku lagi nganter adek" ke salon dan lupa sama sekali kalo 22 Mei adalah pengumuman finalisnya. This is my very first time! Selangkah lagi, pikirku.
norak dikit :p

Lusy-Iis-Mas Rifqy, UB 1 :D
My Silly Team Ever :D | Fatih, Ganjar, Aku

Tragedi Jempol 

Aku, Ganjar, Fatih sudah membuat timeline yang indah banget selama seminggu kedepan, sebelum berangkat ke Makassar. Dan ternyata timeline itu harus kacau oleh pengajuan proposal sana sini dan agenda lainnya. Padahal presentasi belom jadi dan waktu gladi bersih sama Mbak Icha dan mbak Airin, masih memakai ppt yang sangat apa-adanya. Dosen pembimbing kami tercinta, Pak Imam Koeswahyono, juga sedang sakit.

Dan sehari sebelum berangkat ke Surabaya, ingat betul aku hari itu adalah hari Kamis 3 Mei 2012 jam 10.15 WIB, jempol kananku terjepit pintu kosan, dan darah segar keluar dari luka di dalam kuku dengan santainya. Maaaaak..!! Mana aku baru bisa ke dokter jumat maghrib, 1 1,5 jam sebelum kereta ke surabaya berangkat. Dan dokternya mengharuskan untuk operasi kecil, dikhawatirkan infeksi. But, I decided to not too. It would ruin my focus, pikirku. Aku memutuskan menunda operasi pencabutan kuku sampe selasa, sekembalinya dari Makassar. Dan ternyata, jempol semakin membiru, badan jadi nggreges, masih mengeluarkan darah, dan well, it's not good looking at all. Dokter pribadiku, Enis, menyarankan untuk membersihkannya dengan alkohol. Alhamdulillah, it works.

Kami menghemat dana dengan naik kereta seharga 4000/orang ke Sidoarjo, dan besoknya baru naik pesawat citilink ke Makassar. Alhamdulillah ada ayah yang bisa antar-jemput, jadi dana semakin hemat saja hehe. 


The pre-presentation-day

Mungkin jantung kami udah berdebar 2x lipat. Bukan hanya karena besok, 6 Mei 2012, adalah hari presentasi. Tetapi lebih karena slide presentasi kami yang BELOM BERES dan belom buat booklet. Sementara, hari itu kami disibukkan oleh acara pembukaan yang luar biasa menarik dari panitia LKTM MA, LP2KI unhas. Favoritku adalah performance dari komunitas pantun unhas yang atraktif banget dan sangat menghibur. Dari sini aku tahu, ternyata Kanda-kanda Makassar doyan berpantun!

aksi aki dan nini
Baju adat Toraja dan Bugis (kalo ngga salah) yang cowok nyeker :D

Kabar baik kedua, yang juga mengharukan adalah, kehadiran pak Imam Koeswahyono untuk menemani prresentasi kami, bersama pak Dahlan, dosen pembimbing mas Rifqy dkk. padahal beliau belum sepenuhnya sehat. Kabar baik ketiga adalah kami tidur di Hotel Kenari dekat Losari, presentasi di sana, dan makan 3x sehari. FYI, hotelnya worth it bangeeet salut sama panitianya yang total dalam memberi fasilitas. Kabar baik keempat adalah, Fatih yang tetap santai dan penuh guyonan konyol.

Fatih akhirnya bersedia mengorbankan dirinya untuk menghadiri TM sementara aku ama Ganjar memperbaiki slide, video, dan lain-lain yang belom matang dan harus dikumpulkan malam itu juga pukul 22.00 WITA. Well, hidup di WITA itu bener-bener bikin semuanya serba cepat. Tautau udah larut aja.Akhirnya pengerjaan ppt kelar jam 02.00 WITA, dan ditambah latihan performance dengan mata sipit nan merah. jam 04.45 WITA kami latihan presentasi dengan mbak Icha dan memperbaiki beberapa slide. Akhirnya, slide kami kelar jam 06.00 WITA. Subhanallah..padahal presentasi di mulai pukul 08.30.

The DAY!

Foto ini diambil dari fesbuk Pak Imam Koeswahyono, dosen Pembimbing kami tercinta :')
Batik yang kami gunakan kembaran. Bukan beli lho, dengan bangga aku buka rahasia bahwa itu adalah batik pinjaman hehe (Fatih dengan mudahnya meminjam 2 batik Etos milik temannya). Kami juga ngga menemukan map untuk undang-undang dan bahan repekan kami, alhamdulillah ada map elite yang disediakan oleh hotel elite.

Ternyata kami duduk di bangku paling belakang. begitu masuk, kami udah siap dengan senjata masing-masing dan mulut yang ngga berhenti komat-kamit, meminta izin kepada Yang Maha Mengizinkan. Ganjar yang paling ngga bisa nahan nervous, beseer mulu. Fatih yang paling tenang, bahkan sempet-sempetnya tidur! Buset padahal diantara kami bertiga, dia yang jatah tidurnya paling banyak. Dia juga yang masih santai dan ceria kuadrat di hari itu. Set dah..

Para dewan juri juga orang-orang yang ahli di bidangnya, pidana, perdata dan agraria. Mampuuus. Sistem presentasinya adalah dengan undian, jadi yang habis presentasi langsung ngambil satu nama untuk maju. Siap-siap aja deg-degan tiap 1 jam sekali.

Langit Makassar ba'da dhuhur.
Udah nungguin sampe garing, eeeeh ngga maju-maju. Ganjar dan Fatih sempet tidur beberapa menit, aku sih engga bisa merem sama sekali. Dan akhirnya kami dapet jatah maju ke 9, alias 2 dari terakhir! Ngga enaknya adalah juri pasti udah suntuk banget. Di luar dugaan, laptop panitia ngehank. Presentasi yang cantik luar biasa akhirnya harus macet dan ngga sinkron dengan apa yang aku ama ganjar presentasikan. Fatih, sebagai orang dibalik laptop, juga gelagapan. Wes rusak rusak. tapi alhamdulillah masih dapat terkondisikan.

Sesi tanya jawab, dua juri pertama lebih mempertanyakan konsep dan keyakinan gagasan. Ada beberapa pertanyaan yang sulit tapi jawaban masih lancar jaya. Namun, sesi tanya jawab harus diakhiri dengan bantaian sadis oleh juri ketiga yang merupakan seorang mediator bersertifikat. Kelar presentasi, kami yang gemes atas teknis dan pembantaian dewan juri hanya bisa pasrah dan berkata wallahua'lam. Dan orang yang paling galau usai presentasi adalah Saudara Sholehuddin Al-Fatih.

sok senyum, padahal gugup abis
The DAY at NIGHT.

Karena dapet jatah presentasi yang buncit-buncit, jatah istirahat yang kami dapet terpotong juga. Baru leyeh-leyeh bentar di kasur, eh udah di sms ama Anty, LO kami tercinta untuk persiapan makan malam dan acara penutupan.

Mungkin karena ngantuk banget ya, jadi pas udah memasuki acara penutupan, pengen merem aja rasanya. Dan ngga ngeh kalo malam itu juga pengumuman juara. Baru klik dan deg-degan waktu MC nya bilang "yak inilah momen paling ditunggu-tunggu, pengumuman pemenang LKTM MA 2012...!" dengan bebarengan. Langsung deh melek. Aku ngelirik bangku peserta (karena tempat duduk ketua dan anggota dipisah) ngelihat fatih ama ganjar yang barusan dateng dan cengar-cengir.

Tiba-tiba lampu di matikan dan para LO mendatangi universitas masing-masing sambil membawa lilin. trus kami di suruh maju ke panggung dan udah ada tempatnya sendiri-sendiri untuk masing-masing peserta. Aku, UB 2, jadi perwakilan yang paling terakhir maju ke panggung. Kami di atas panggung dengan tempo debaran jantung yang mungkin sama, dan memegang lilin kecil masing-masing. Belum tahu fungsinya apa.

Tiba-tiba ada seorang yang nongol dari kegelapan dan pake jubah hitam. Jalannya pelan-pelan menuju panggung, mencoba dramatis. Ngeri juga eh. Si jubah hitam berjalan mengelilingi kami satu-satu. MC tiba-tiba berteriak, "JUARA TIGA! Jatuh pada...." si jubah hitam terus berjalan dan tiba-tiba meniup lilin salah satu peserta, ternyata dari UNS yang mengangkat tema ttg putusan MK tentang anak di luar kawin.

Peserta tepuk tangan riuh.

"Juara DUA! Jatuh pada...." si jubah hitam keliling lagi. Aku curi-curi pandang sambil tertunduk menatap lilin yang bergoyang tenang dan komat-kamit. Ngga berani menatap ke depan. tiba-tiba si jubah hitam berada di dekatku, antara aku dan kak Eny dari UI. aku kembali tertunduk dan berdoa.

Seperti yang aku bilang tadi, hidup di daerah WITA rasanya waktu berjalan tau-tau. tau-tau udah malem.
tau-tau juga, lilinku mati.

"JATUH KEPADA UNIVERSITAS BRAWIJAYA DUA!"
si jubah hitam berdiri disebelahku.

aku melihat ke depan, tersenyum. tepuk tangan riuh dari peserta dan Mbak Icha heboh sendiri. Aku bisa melihat ekspresi gembiranya karena ia duduk depan, sebagai Dirjen IPMHI. Dan aku mencoba melihat di bangku peserta. Dalam kegelapan, aku bisa melihat dua rekanku, Ganjar dan Fatih mengepalkan tangan ke atas, sedikit melompat kegirangan. Belakangan aku tahu, mereka mengucap "Allahu Akbar!"

Si jubah hitam masih disebelahku. Aku berbisik pelan, terima kasih, kak.
Eh dia nya mengangguk pelan.

Sumpah konyol banget :))

Sedangkan siapa yang menjadi juara 1, ditentukan dari lilin yang masih menyala. Aku berharap lilin yang dipegang MAs Rifqy masih menyala. Sayang sekali, ternyata poin mereka hanya berjarak dua poin dari juara ketiga. Kami semua dengan lapang dada dan senang hati memberi semangat kepada UNS yang mengangkat tema ttg Hipnosis sebagai juara 1 dan membawa piala bergilir MA, dimana juga menjadi penyelenggara LKTM tahun depan.

tapi kami sudah diajarkan oleh kakak-kakak dan dosen, bahwa predikat kejuaraan adalah bonus dari kerja keras, oleh Yang Maha Memberi. Proses, menjadi jalan panjang yang akan menjadi bekal di kehidupan selanjutnya :) 

terima kasih tak terhingga kepada manusia-manusia
yang atas kuasaNya, memberikan nutrisi dan suntikan semangat kepada kami.
Keluarga kami,
Keluarga besar FKPH dan BEM FH UB,
 para dosen pembimbing (Pak Imam dan Pak Dahlan),
LO tercinta, saudari Anty,
dan segenap panitia :)

***

Go, Fight, WIN!
UB dan UNS :)

Dan malam itu, diakhiri dengan jalan-jalan tengah malam di pantai losari bersama fatih, ganjar, dan mas rifqy (iis dan lusy udah tepar duluan). Pas lagi buka twitter, ada info ternyata 2 hari itu, tanggal 5-6 Mei 2012 bertepatan dengan Supermoon, yakni fenomena dimana bulan berada di titik terdekat dengan Bumi.

Subhanallah,
nikmat Tuhan mana lagi yang kamu dustakan?


Tidak ada komentar:

Posting Komentar