Senin, 24 Desember 2012

arti sebuah kemenangan

Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berjuang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur, seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh." (Ash-Shaff: 4)


alhamdulillah, akhirnya ngeblog lagi.
alhamdulillah, akhirnya ngeblog lagi dengan damai, tenang, burung-burung berkicauan di depan kamar.
alhamdulillah, akhirnya ngeblog lagi dengan damai, tenang, burung-burung berkicauan di depan kamar, setelah amanah di 2012 ini hampir selesai.
terutama amanah di bulan desember yang...complex, hard, but totally meaningful.

I even didnt write anything at 6th December
bukan bermaksud untuk mensakralkan tanggal 6, sehingga pada tanggal tersebut harus ngeposting tulisan gitu, engga.. tetapi betapa 6 Desember kemarin, dengan resmi berumur "dua", dan dengan beberapa keberkahan yang layak di sharingkan.

but some of them are secrets *winking*

Senin, 12 November 2012

Kata menyebalkan bernama ENTAH

bulan sebelas tahun duaribuduabelas
penghujung tahun, pengahabisan hari dan waktu, penyesalan telah mengantre untuk memasuki hati manusia-manusia yang terlalu gengsi untuk maju.
dan bagiku, dua tahun terakhir adalah dua tahun yang
entahlah.

miris banget ya? sudah kesana sini, tapi yang didapat hanya kata entah.
oh bukan..
tentang apa yang saya dapatkan beberapa tahun terakhir, adalah yang luar biasa sejak titik balik itu.
sungguh luar biasa, bukan berlebihan ketika saya mengungkap bahwa yang saya dapatkan tak cukup dituliskan dalam satu postingan. tak pantas.
orang-orang yang berjasa, ketika saya pun tak mampu membalas budi,
imbalan yang dapat saya berikan adalah meneruskan ilmu dan teladan. sehingga, sungguh tak pantas ketika saya hanya mengungkap dalam satu postingan.

entah apa jawaban dari tiap pertanyaan yang bergelimang di kepala
banyak manusia baru yang ku jumpai, membawa karakter dan jati diri masing-masing
terkadang jengah, ingin marah, tak jarang larut dalam gerahnya tawa
namun, itu semua nagih.
hasrat ingin bertemu manusia-manusia baru terus meminta untuk dibayar lunas
karena ia membawa poin-poin jawaban
terlepas benar atau salah, terlepas dari kebodohan saya sebagai manusia tak tak terelakkan
saya ingin selalu bersama manusia-manusia baru

tapi sesudahnya, saya selalu larut dalam heran.
karena besertanya saya semakin menyadari bahwa, selalu ada kepalsuan yang terjejal.
palsu, tiap maksud itu palsu. tiap ucapan yang diberikan ke saya itu palsu.

entahlah..

terlepas dari jawaban yang tidak bisa dengan seutuhnya saya dapatkan
karena saya tahu,
semua akan dijawab pada waktunya
oleh Yang Maha Menjawab.

Minggu, 07 Oktober 2012

First Impression of Chengdu


ceritanya, mau lanjutin postingan pas nyasar di China.

Setelah menempuh 33 jam perjalanan dan disambut dengan stasiun yang luar biasa megah di Chengdu East Railway Station, detik itu juga aku ngiri dan membayangkan sumpeknya stasiun di Indonesia. Chengdu East Railway Station (disingkat CERS aja kali ya) bahkan lebih bagus dan megah daripada Bandara Abd Saleh di Malang. Maklum aja sih, China memang punya Kementerian Kereta Api dan well, China negara daratan yang super-duper luas. Dengan biaya BBM yang mahal, transportasi publik yang paling gampang dijangkau kayaknya ya cuman dengan kereta api. Hampir ngga ada kota di China yang ngga bisa diakses dengan kereta api loh.

Setelah nyampe, temen-temen yang starving abis pada ngerengek minta makan. Dibayangan aku waktu itu, kami difasilitasi sedemikian rupa, at least untuk kedatangan selama beberapa hari ini lah ya, seperti halnya kepanitiaan di Indonesia yang kedatangan tamu. Semua volunteer bergegas nitipin koper di left luggage service. Nah ini juga keren banget! jadi di setiap stasiun di China pasti ada layanan left luggage servicenya. CERS ini tidak terlalu umplek-umplekan, cukup bersih dan nyaman, jadi tenang-tenang aja kalo luggage ditinggal beberapa jam, bahkan hitungan hari sekalipun. tapi yo, bayar rek!

Setelah itu kita muter, ke belakang pintu keluar dan muter lagi ke depan. Lah, kok ngga jelas gini ya? Pas aku tanya,
"hey guys where will we go now?"
"having lunch" dia bilang
"um..in restaurant?"
"yap, we're still looking for the nearest place"

oalah, berarti panitia lokalnya sendiri belom siap. belom tau ntar setelah bule-bule ini dateng mau dibawa kemana. OLALA..
pas keluar dari pintu utama CERS, pemandangannya...hanya apartemen. tinggi-tinggi. puluhan.
kotanya relatif sepi dan tenang, ngga kayak Hangzhou.
dan siang hari itu, udaranya cool, ngga panas, ngga kering, malah cenderung berkabut.

with my Buddy, Chen

suasana taman depan CERS

Sabtu, 06 Oktober 2012

Jeda

malam yang biasa saja.
tetapi tidak biasa bagi mereka yang berpasangan, katanya sih.
kataku juga, dulu. tapi itu bodoh.
juga bukan malam yang biasa.
bagi seorang istri yang di misuhi dan di maki suaminya dijalanan,
diboncengan suami, dihadapan anak.
ini serius, btw.
dan lebih daripada itu
malam ini bukan malam yang biasa, untuk yang berusaha memotong panjangnya kata
dan dengan bahasa langit yang orang awam pun tak akan sudi mendekat. muak.
tetapi sungguh, rangkaian kata yang indah
dengan suguhan pemanis disetiap frasanya
tetapi ternyata, tak bermakna.

simpel saja,
yang dibutuhkan hanyalah
jeda.

Sabtu, 22 September 2012

Ibu

Lama banget yak ngga ngepost :" *maki diri sendiri*

saya sekarang punya kesibukan baru. well, sebenernya ngga sibuk-sibuk amat --"
setelah didaulat sebagai pembawa acara dadakan oleh manteman divisi acara pk2maba fh ub, 2 minggu lalu, saya diminta jadi pembawa acara lagi di acara formal, wisuda.
hoaah, yawes accepted.

And, let me tell you what's happened today.
Gladi bersih sehari sebelum wisuda membuat aku nyadar ada salah seorang yang aku kenal di wisuda ini. Rambutnya kriwul, tingginya ngga lebih dari aku, sekarang kurusan, cerdas, cuek, simpel, tough.
Mbak Rahma.
Seorang mantan Pimpinan Redaksi lembaga pers di FH, dimana saya dulu menjadi bawahannya. Dan karena suatu beberapa hal yang atas pertimbangan hati harus diprioritaskan, saya memutuskan untuk ijin dari beliau untuk tidak bisa terus berproses disana. Bahasa Inggris beliau jos, cekatan, fokus, dan beliau juga ngambil Hukum Intern sebagai konsentrasinya.

Yang membuat aku tersenyum ketika baca susunan acara, ada namanya tertulis rapi. Beliau akan memberikan sambutan mewakili wisudawan S1.
Means? :)
Yap, beliau meraih IPK tertinggi diantara para wisudawan lain yg wisuda pada hari itu. 3,77 seingat saya. Di lembaran lain, saya menemukan lagi namanya. Sebagai mahasiswa aktifis.

Yang selalu aku ingat kalo ketemu mbak Rahma, adalah Ibunya. Beberapa bulan lalu, beliau rajin update kondisi Ibunya di fb, baik lewat status maupun foto.
Just a lil thing to show her love to her Mom. Ibunya, kala itu, disinggahi kanker. Tapi subhanallah, saya tidak tahu bagaimana persisnya, tapi entah kenapa penyakit justru membuat orang dan orang-orang terdekat menjadi lebih kuat. Sejak itu aku lihat mba Rahma bolak balik kampus-Madiun, beliau rajin"nya ngebut skripsi. Aku juga sempet datang di sempronya.

Namun, mungkin Allah berkata lain. Ibu Mba Rahma, dipanggil lebih dulu.

Beberapa bulan sesudahnya, yaitu bulan ini, aku ketemu lagi sama mba Rahma. aku kasih ucapan, dan beliau sontak berkata: "aku udah jadi maba lagi, hiks"
wah! "dimana mba? belom wisuda udah bisa ambil s2??"
"iya aku ikut tes *bla bla bla percakapan tidak bisa diingat -,-* dan alhamdulillah, aku diterima di UGM. sumpah iklimnya beda banget, kamu harus coba, kalo sempet ambil s2 dek"

sudah, percakapan lainnya ngga perlu diingat. Itu aja yang digarisbawahi. Mungkin timing yang tepat, rasanya seperti tersengat. dalam hati aku berkata, semoga..

Kembali ke wisuda, aku teringat lagi bahwa Ibu beliau sudah disisiNya. Membayangkan alangkah bahagianya beliau kalo melihat mbak Rahma dengan prestasinya yang demikian membanggakan.
Siang itu, mbak Rahma duduk di depan, paling kanan. Beliau yang akan dipanggil pertama untuk pengalungan gordon mahasiswa S1. Dandan simpel, tapi cantik. Ia terlihat berbeda. Aku sebagai pembawa acara, juga duduk depan. Dekat dengan mbak Rahma.

Di awal acara wisuda, masih nyanyi-nyanyi ngga resmi, ada salah seorang wisudawan S1 yang menyanggupi tawaran nyanyi. Dia berbisik sebentar ke kibordis, membuat kesepakatan nada dan lagu yang akan dibawakan.

"Untuk kedua orang tua saya, lagu ini saya persembahkan. Bunda."

Sabtu, 04 Agustus 2012

Indonesian Food cita rasa China

all the volunteers

This is the day that we officially separated. Tim besar akan dibagi jadi 2, yang tim 1 ke Jiuzhaigou sedangkan tim 2 ke Kunming. Aku, termasuk yang tim 2. Sebelum terpisah, kami sama-sama di bawa ke sekolah lain dan udah di jemput ama bis besar + 2 pemandu yang heboh sendiri. Temen” dari tim 1 udah pada menyeret koper masing-masing dan foto sana sini.

Kami dijadwalkan menuju sekolah abita international school.
Perjalanan kesana dari dujangyan memakan waktu 1 jam 45 menit. Aku duduk dengan huyen dan aku bilang ke dia kalo aku masih ngantuk banget. dia menyarankan aku untuk tidur aja. Eh sebelum aku merem, huyen udah ngowoh duluan -___-

Aku terbangun karena melihat pemandangan di luar , sepanjang jalan tol kanan kiri isinya bukit” yang hijau, walaupun dihiasi awan yang mendung. Dan akhirnya aku menemukan rumah penduduk (rumah beneran lho) di sudut-sudut bukit. Rata-rata, penduduk yang punya rumah beneran, pasti punya kebun/ladang untuk ditanami palawija.

Begitu nyampe, kami disambut dengan riuh anak-anak TK (yeah lagi-lagi TK) dan orang tua mereka. TK ini emang lagi bikin summercamp dan mungkin ada kerjasama sama aiesec. kami harus mengikuti rangkaian pembukaan semacam ceremony kecil-kecilan. Semua orang duduk dengan payung masing-masing.

Lucu ya, summer camp tapi hujan.

Kamis, 02 Agustus 2012

Makan Sushi di China, bikin kangen Indonesia

the gate! 


it was 7th July 2012 and it's a free day!
Sambil menunggu kelompok elite yang lagi 1 day traveling ke Chengdu, aku , annisa dan huyen sepakat untuk juga ke city center. Bukan ke mallnya, tapi ke gate besar khas china yang kami lihat beberapa hari sebelumnya.

Huyen mengira disana ada pagoda, dia pengen banget foto-foto di pagoda. Ternyata begitu kami masuk, isinya pertokoan biasa. Wilayah ini merupakan wilayah sejarah di Dujangyan dan menjadi salah satu pilar dari sistem irigasi di China, karena memang Dujangyan terkenal banget dengan sistem irigasinya yang besar. Ngga heran banyak sungai deras disana.

Untuk melestarikannya, oleh pemerintah setempat dijaga dan di jadikan sebagai shopping street. Tapi gatenya ternyata punya 3 lantai dan bisa dinaikin. Dari atas gate, bisa ngelihat keseluruhan jalan, bahkan kelihatan juga ada pagoda, tapi pagodanya di atas bukit dan  ngga mungkin banget kami kesana.

Bagusnya China nih, mereka pinter mengolah cagar budaya atau saksi sejarah jadi tempat yang ramai dikunjungi orang lokal maupun wisatawan asing tanpa mengurangi nilai-nilai sejarah dan budayanya. Di Indonesia, sering kan ditemukan tempat" bersejarah yang ngga terawat?


mejeng dulu lah

jejeran toko

Rabu, 01 Agustus 2012

Hello, Panda!

hello, Panda!

Oke.. masalah perkoperan selesai sudah, hati riang jiwa tenang pulsa melayang -,-"

As I told before, project di dujangyan ini agak geje: ngajar anak TK. eh bukan ngajar ding, main-main. Pada saat seperti ini rasanya pengen ngerjain hal yang bermanfaat lainnya. Posisi volunteer disitu agak useless, cuman nemenin main-main yang sebenernya sudah cukup dengan keberadaan 1 guru dan 2-3 asisten kelas. Bahkan kata si Huyen, bule vietnam, "They're too young. I don't think that they will remember me 5 years after this."

ya bener juga sih. memang memori anak di usia balita masih "kosong" dan bisa lebih mudah mengingat, tetapi sulit untuk menanamkan kesan kepada mereka, atau at least, menularkan nilai-nilai tertentu karena jelas udah diajarkan ama guru mereka. kesulitan kedua adalah volunteer asing yang ngga bisa berbahasa mandarin, lha wong yang orang china sendiri kadang ngga ngerti si anak china ngomong apa.

but, maybe that's the challege. kata seorang EP, memang sepertinya kegiatan ini melenceng jauh dari tema. Tapi semoga aja ada manfaat yang bisa kita petik bersama.

Semoga...

they are best friend :)

my favorite boy!

Tapi terlepas dari itu semua, aku cukup terkagum dengan sistem di Guangya Middle School di Dujangyan. Sebetulnya mayoritas sekolah di China mewajibkan siswa-siswinya untuk tinggal di dorm untuk yang rumahnya jauh. semacam ngekost gitu lah. jadi ngga heran kalo sekolah di china banyak bangunan gede dan bertingkat yang pemandangannya baju di jemur, ya itu student dorm! Dengan maksud agar belajar mereka juga lebih fokus, bahkan di SMA saja kalo mau ujian, lampu udah di matikan pukul 11 malam, mereka harus belajar lebih awal dan tidur tepat waktu. Dan enaknya lagi, makanannya ditanggung hehe..

Selasa, 31 Juli 2012

my-brown-square-thing finnally back.. :)




“darisini kamu bisa belajar dan tahu nduk, ngga semua orang luar itu pinter dan tanggung jawab..”

Itu kata Ibu waktu menanggapi ceritaku akan respon panitia tentang beberapa masalah. Waktu koper hilang, aku bersikeras ngga mau cerita ibu atau ayah, simpel, karena ngga mau bikin khawatir. Aku berusaha menangani sendiri, dengan bantuan buddy (yes, hanya buddy), untuk telpon air asia china, bandara, ngedamprat air asia indonesia, sampe nelpon kedutaan besar di china yang ngga nyambung”. Ketika nyadar kalo waktuku di tanggal 27 sangat sempit (karena malamnya harus udah ke chengdu, menempuh 33 jam perjalanan dan ngga ada kebijakan oleh TL dalam hal ini), aku baru nelpon ibu. Aku cerita, dan ibu berusaha tenang, membesarkan hati dan menyarankan untuk jangan eman sama duit untuk beli beberapa potong baju dan barang yang diperlukan.

Aku awalnya hanya beli 1 kaos dan 1 jumpsuit, biar ada gantian untuk jeans. Bukan apa-apa sih, alasan terbesarku ngga mau beli banyak adalah aku yang sama sekali ngga ada selera lihat fashion china. koleksi baju cewek kebanyakan ngga berlengan dan terawang. Belum lagi motif yang ngga jauh-jauh dari polkadot. Eww.. sumpah ngga bisa bayangin kalo aku pake jumpsuit motif polkadot. Terakhir aku suka motif polkadot itu SMP, itu juga pas lagi jaman-jamannya polkadot dan fashion retro.

nih!! my very first jumpsuit!! -,-"


Minggu, 29 Juli 2012

33 Hours in Chinese Train



view dari Hangzhou ke Chengdu



Draft postingan di tulis pada tanggal 28 Juni 2012, di dalam kereta (yang katanya) kereta cepat.

***

What you can do for 33 hours in the train?

Pertama-tama, mari membuat survey, sudah pada pernah naik kereta?
Sudaaah

Oke, cukup.

Team leader project kami membuat jadwal bahwa kami harus mengunjungi Chengdu terlebih dahulu selama kurang lebih 1 minggu. Dan untuk ke chengdu dari hangzhou, bisa menggunakan 2 opsi transportasi. Pertama pesawat seharga 1500 Yuan dan itu jelas nggak mungkin banget, kedua naik kereta dengan harga 500 Yuan. Murah kan? Asik kan?

Perjalanan dari hangzhou ke chengdu kira-kira sama dengan dari banyuwangi ke....palembang. dan itu ditempuh dengan menggunakan kereta selama.....33 jam.
Disini kalian boleh bilang, WOW.

Karena itu juga kata pertama yang keluar dari mulutku ketika si buddy bilang perihal 33 jam di kereta. Tapi yaudah lah, itu pilihan terbaik daripada bangkrut.


Koper Hilang part 2




keadaan HIA dini hari.



Draft postingan ini ditulis pada tanggal 27 Juni 2012, di Hangzhou Railway Station.

***

Sebagai makhluk Nya yg hidup di bumi-Nya, sudah seharusnya untuk selalu berdoa dalam setiap perjalanan, dalam setiap rencana, dan dalam setiap langkah yang diambil, agar selalu menjadi hal yang diridhai-Nya.

Termasuk kegiatan exchange ini.

Semuanya berjalan cukup lancar –hingga pun ketika aku sama sekali tidak mendapatkan sponsor, juga ketika menghadapi peliknya birokrat universitas (yang katanya level) internasionalMungkin aku yang terlalu berharap lebih (yang indah-indah saja) atau mungkin juga aku yang terlalu terlena dan terlalu banyak waktu yang tersita. Semuanya baik-baik saja, dari berangkat dr SUB hingga HGH. Sampai ketika aku mendapati koper aku yang hilang.

Sejak nyadar kalo koper lenyap, aku sudah berusaha memproses di bandara Hangzhou, mereka hanya bisa mengatakan “i’m not sure” dan berulang kali mengatakan akan mengirimnya ke bandara Chengdu karena tanggal 27 malam itu juga aku berangkat ke chengdu dengan EP dan panitia lain. Lah gimana mau ngirim kalo nggak sure? Itu semacam gombalan untuk menenangkan hati klien yang khawatir, but sorry to say, I would ask them until the specified detail.
Semalaman aku menginap di bandara bagian international arrival, dimana sama sekali ngga ada apa-apa disana. Berusaha untuk tidur dan ketika terbangun, berharap sekali bahwa yang aku hadapi ini adalah mimpi buruk. Dan sangat berharap dapat kembali ke hari sebelumnya ketika masih di kuala lumpur, ketika aku bisa memastikan apakah koperku di turunkan atau tidak.

Tapi, ya mana bisa. Benar apa kata john mayer, when u’re sleeping with a broken heart, the waking up is the hardest part.

Kamis, 19 Juli 2012

Alam Berbahasa



pagi di Bandara Hangzhou. Hujan. Alam pun berbahasa.



Bagaimana rasanya ketika terbangun di negara yang berbeda?
Menyenangkan? Belum tentu.

Bagaimana jika terbangun di negara yang sama sekali aisng, bahasa yang selama ini dianggap bahasa alien, tempat yang asing, dan sangat sepi?
Oke, seru.

Bagaimana jika terbangun di negara yang sama sekali asing, bahasa yang selama ini dianggap bahasa alien, tempat yang asing, sangat sepi dan dengan koper hilang yg berisi persediaan dan barang” untuk 30 hari ke depan?
That’s what I face.

***

Rabu, 18 Juli 2012

Koper Hilang part 1

@ LCCT Malaysia, sebelum naik pesawat gede


26 Juni malam, air asia yg aku naikin masih berputar-putar di atas langit Hangzhou yg mendung. Mendungnya tebel banget, sampe-sampe lampu-lampu kotanya ngga keliatan indah.

Ternyata Hangzhou diguyur hujan. Lebat.

***

Aku masih bernyanyi dengan riang pas mau ambil bagasi
Aku juga masih nunggu, mana nih koperku.

Bagitu rel berhenti aku baru bengong: koperku gak onok. Matek! Mana orang-orang china ini rempong abis, tereak sana-sini bikin pusing. Aku takutnya kalo koperku diambil orang, mampus deh.

Trus aku menuju tempat yang untuk pelaporan bagasi hilang. Alhamdulillah mbaknya bisa bahasa inggris, tapi ya gitu, ngga jelas. Dianya minta aku ngisi data koper ilang dan bilang kalo bias menghubungi dia besok. Detik berikutnya, aku masih tenang , insyaallah ketemu lah. Aku juga mencoba berpositive thinking, dengan ngga adanya koper, aku bisa tidur lebih tenang karena carrier bag lebih mudah dijaga.

Trus aku memutuskan untuk keluar dari ruangan urusan bagasi dll. Begitu diluar, eh toko-toko di bandara ini udah tutup semua. Yang buka Cuma toko buku yang full bahasa china. Halah, akhirnya aku memutuskan untuk ke tempat paling sakral di China: toilet. Waktu itu, aku lupa kalo toilet di china itu bersih banget dan  normal banget. Aku ke toilet dan mendapati toilet dengan 2 wc.

ini masih mending, lumayan bersih.


Transit @ LCCT



my archipelagic state

Kamis, 14 Juni 2012

Tentang Theo

the sunset seeker, tanah lot, Bali.


Aku sebenarnya sudah melakukan penolakan waktu ayah mengajak ke tanah lot. Tapi demi ayu, aku mengiyakan, biar adik sepupuku itu paham wawasan negaranya. Penolakanku bukan tanpa Sebab, setiap ke bali 3 kali dengan yang ini, aku selalu ke tanah lot. Dan yang dilihat pun selalu sama: pura yang terpisah dari daratan, pantai berkarang, dan orang-orang yang amat sangat ramai. Satu-satunya yang menjadi kelebihan yang bisa ditawarkan oleh tanah lot ini, menurutku, adalah sunset pointnya. Sudah itu saja.


Tanah lot termasuk pantai yang mainstream dan sangat ramai. Sudah dipastikan ia jadi destinasi rombongan liburan sekolah maupun liburan instansi negeri dari berbagai penjuru di negara ini. Lokasinya yang juga cukup luas, jadi salah satu faktor pendukung. jadilah rombongan 1, 2, 3 hingga aku ngga tau berapa rombongan, tumpah ruah disini. beh pusing lihatnya.

Pas sudah cape, kami memilih duduk sambil menunggu sunset. Sambil menghilangkan bete, aku ngelihatin anak-anak SD yang heboh sendiri ketemu bule. Ada 4-5 cewek SD yang memberanikan diri mengajak si bule foto, trus ngga lama, satu persatu orang nimbrung untuk ikutan foto juga. Jadilah momen yang awalnya bisa lebih eksklusif, malah gagal. Lucu juga lihatnya.

Aku mencoba mengingat apa yang membuat pandanganku teralih 180 derajat, tapi nggak bisa. Di sudut lain di tanah lot, ada keluarga kecil, bule juga, yang terlihat hangat dan bahagia. Sang Ibu yang cantik dan modis (tapi ngga lebay) sang ayah yang kayak james blunt, dan si anak yang...aku yakin banget pasti langsung diterima kalo ikutan casting bintang bebelac 3.

Mau Blue Point, mau Suluban, sama indahnya

Rasanya malu ngga sih waktu tau banyak orang luar yang terlihat lebih tahu Indonesia daripada kita? Bisa jadi mereka punya duit lebih untuk mengunjungi raja ampat atau keindahan alam lain yang masih perawan di sudut” Indonesia, atau mereka mempunyai rasa kemanusiaan yang berlimpah dan rela menghabiskan waktu untuk membantu pelestarian orang utan, komodo, dan penyu.

Aku sih, malu.
Rasanya jadi kayak asing di negeri sendiri. Jadi turis di negeri sendiri.

Pernah nih, aku menghadiri kuliah umumnya Dr. Tineke Lambooy dari Utrecht Uiversity di lantai 6 fh ub. Beliau orang Jerman lho, tapi paham dengan sistem hukum di Indonesia, khususnya tentang dinamika peraturan perundang-undangan tentang tipikor. Bahkan lebih paham daripada orang Indonesia sendiri. Waktu dia nunjukin salah satu foto, dia sempet ngasih tebakan ke audience: Ini dimana hayo?

Dan ngga ada satupun yang bisa jawab.
Dengan tersenyum dia jawab, di Rinjani, Lombok.

Ngok, katrok kabeh!
Terlihat bahwa sebagian besar orang Indonesia enggan menyisihkan sebagian uangnya untuk memperkaya wawasan nusantaranya. Ada yang lebih suka shopping, ada juga yang menganggap itu ngga penting; hanya buang-buang waktu saja orang yang sukanya jalan-jalan.

Dan the awkward moment yang kedua, aku alami di Blue Point beach, Bali, yang nama aslinya sebenernya Suluban Beach. Blue Point sendiri sebenarnya nama salah satu hotel dengan spot terbaik di pantai Suluban. Atas saran seorang teman lama, aku kesini. Katanya, blue point itu bagus banget, kamu pasti ketagihan. Aku memaksa ayah untuk mengagendakan ke blue point sebelum akhirnya kami ke dreamland dan pulang.

Dreamland. Such a Dream Land




“sunset yang indah”
begitu Bunyi bbm kak Maha, salah seorang peserta Sail Belitong 2011.
Kak Maha menyarankan untuk ke dreamland pada jam-jam sunset, ya aku estimasikan sekitar jam 5-setengah 6 WITA. Tapi apadaya, tiket pesawat yang udah kami pesan pas sekitar jam 7. Perjalanannya jelas ngga akan nutut untuk menikmati sunset sejenak.

Jadilah kami ke dreamland siang-siang, kala matahari sebagai juaranya.

Untuk masuk ke dreamland hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp 10.000 dan parkir mobil kira-kira 15.000. Lokasinya berada di dalam pecatu resort, punyanya si Tommy Soeharto. Kalau naik mobil, dari parkiran ada angkutan penjemput dari parkiran ke dreamland. Kalau naik motor, langsung saja.

Jalan setapak menuju dreamland sih bagus-bagus aja, sudah pavingan. Ya namanya juga di dalem resort yang cukup elite. Di kiri jalan ada kubangan kecil yang warnanya hijau kotor, agak menjijikkan sebenernya. Sedangkan di kanan jalan seperti biasa banyak pedagang pernak pernik khas bali. Lebih baik nggak membeli disini ya, karena harganya mahal banget dengan kualitas yang sama seperti di pasar lain (tanah lot, sukowati, dll). Ada juga yang bilang pantai ini bernama "New Kuta Beach" atau "Pantai Kuta 2". Tapi aku tetep suka bilang dreamland. Because it's such a dream lan :)

Baru setelahnya, akan melewati “gerbang” ini:

gerbang sederhana

Rabu, 23 Mei 2012

a behind the scenes person

I may not a person
who will available every single time you need
but don't you remember?

I may not a person
who will always praise your words and attitude 
but don't you know?

I may not a person
who will as garrulous as you do
but don't you understand?

***

will you remember me soon,
as you do to others?

will you miss me when I'm not around?

would you recognize my attendance,
guys?

Jumat, 18 Mei 2012

Makassar, here I am (with silly team from FH UB)

Langit Makassar, @ Sultan Hasanuddin International Airport 5 Mei 2012

"....mbak tahu adek memiliki amanah dan pasti bertanggungjawab di dalamnya, tetapi mbak pesen sampai kapanpun jangan hentikan semangat adek untuk menulis seperti di semester1 dan 2 lalu..."

Itulah penggalan sms dari mbak Airin, mbak Cece, atau yang biasa aku panggil Profesor Liemanto. Seorang keturunan China yang nama belakangnya dia rahasiakan dari khalayak umum, Direktur Umum FKPH yang cinta mati sama HTN.

Sms itu merupakan respon atas keenggananku ikut LKTM MA di Universitas Hasanuddin, Makassar. Keengganan ini bukan tanpa alasan, masa ketika informasi lomba ini datang, adalah masa terbutek selama beberapa bulan terakhir, ingin ku waktu itu adalah fokus pada satu hal yang sedang menjadi amanah. Dan aku paham betul, membuat karya tulis (yang ngga ecek-ecek) juga membutuhkan fokus, waktu untuk berdiskusi dengan team, dan segala keribetan lainnya. Urung sudah niatku..

Tapi mbak Airin datang bagaikan Spongebob yang sedang mendendangkan Picaro. Aku melihat lagi salah satu "things that need to realize on 2012"-ku. Ada satu kata disana yang sudah ku sepakati dengan hati, sebuah MoU dengan sanksi moral dan penyesalan apabila tidak dijalani. Sehingga ku putuskan untuk ikut saja..alhamdulillah Ganjar dan Fatih ngajak gabung ke team mereka. Kemampuan mereka sudah ngga diragukan dalam hal karya tulis, jadi ya bisa sekalian belajar. I said, yes, I'm join!

***


Kamis, 26 April 2012

There's a light that never goes out

source: devianart.com

Tersesat
dalam mencapai tujuan,
kata orang hal yang biasa.
Kata orang, itulah dinamika.
Kata orang,
itulah yang membuat hidup kita
semakin berwarna.
 
Gelap
apakah benar-benar gelap?
Ada yang mendefinisikan, tidak ada gelap
yang ada hanyalah kekurangan cahaya.
 
Apa salahnya mempersilahkan gelap datang?
sebagai waktu untuk mengistirahatkan raga
dan kalbu yang terkadang merasa miskin akan cahaya
 sebagai pertanda akan ada terang yang diyakini
akan segera datang.
 
Pasti ada!
 
Entah itu saya,
kamu,
atau mereka
yang memiliki keberanian untuk menyulut sumbu lilin
dimanapun lilin itu berada
cahayanya akan menelusup relung kegelapan
sendi-sendi hidup yang haus sinaran
 
***

Terima kasih
untuk siapapun yang menyalakan lilin
dan memberi energi cahaya luar biasa
dalam hidup anda
dan tidak langsung juga
dalam sudut kecil yang berarti di hidup saya.

***

Minggu, 22 April 2012

a reason to rest for a while

an eye. Says everything, without a single word.
Sudah pernah nyoba mengetik kata passion di search engine google?
ini yang saya peroleh:

Passion (from the Ancient Green verb πάσχω (paskho) meaning to suffer) is a term applied to a very strong feeling about a person or thing. Passion is an intense emotion compelling feeling, enthusiasm, or desire for something.

Sedangkan di translate.google.com, passion di artikan sebagai gairah, semangat, atau bahasa kasarnya nafsu. Nafsu disini perlu saya bilang kasar karena orang Indonesia terbiasa membuat konotasi demikian. Setidaknya, itu arti sempit yang diberikan oleh google translate, secara harfiah.

Bagi saya sendiri, passion itu dorongan hidup, daya juang akan hal yang kita yakini kita bisa benar-benar mencintai hal tersebut. Karena kalo udah cinta, ya pasti bisa memberikan yang terbaik yang kita punya, tidak peduli akan keterbatasan dan sudah paham akan resiko yang menantang di depan.

Jadi passion di sini, bukan nafsu seperti penafsiran yang ada di berita kriminal.

Selasa, 17 April 2012

Time Stopper: Goa Cina

Well..
berikut ini adalah beberapa momen yang ditangkap oleh kamera Canon 550D milik Od dan Canon SX 210 IS punya ku.

***

Get-Away

Sabtu itu, cerah sekali.
Ngga ada tanda-tanda mau hujan, berhubung memang sudah memasuki musim panas.
Kami berangkat ngaret berjam-jam dari target awal. Alasannya klasik, nasi yang dibuat Od belom matang.

Berbekal doa yang dipimpin oleh Od dan Irham, kami berduyun-duyun motoran ke Goa Cina, menyiapkan fisik untuk 200 km PP, dan dengan menyimpan imajinasi.

Tapi ternyata saudara, para gadis lupa membawa bekal baju ganti. 

Bright Day
isi bensin + nongkrong :p

aku, enis, od

Perjalanan masih jauuuh..
bagus! sayang ngeblur

Senin, 16 April 2012

Penawar Rindu itu bernama Goa Cina



Okay,
call me a bad-amateur-blogger.
I left this lovely blog for some weeks due to unexplained business (sok sibuk)

Udah dah, lupakan aktifitas yang terkadang menjemukan.
Sabtu lalu, 14 April 2012, aku memutuskan untuk meninggalkan tantangan pikiran sejenak, melepas penat bersama teman-teman.

ke Pantai.


Sabtu, 17 Maret 2012

NEGARA MENGUASAI, BUKAN MEMILIKI


*sebuah tulisan pengantar tentang pergeseran konsep "penguasaan oleh negara" , yang mencederai amanah konstitusi, amanah rakyat.

Konstitusi Negara Republik Indonesia, yakni Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 33 ayat (3) menyebutkan, bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Pada dasarnya, norma-norma yang tercantum dalam konstitusi memang dibuat se-ideal mungkin. Dalam pasal tersebut, maksud dari kata “dikuasai oleh Negara” juga harus ditafsirkan terlebih dahulu. MK sebagai the guardian of constitution, pernah membuat suatu putusan tentang penafsiran pasal ini yang tertuang dalam Putusan MK No. 01-021-022/PUU-I/2003, yang berbunyi:[1]

“... pengertian ”dikuasai negara” haruslah diartikan mencakup makna penguasaan oleh Negara dalam arti luas yang bersumber dan diturunkan dari konsepsi kedaulatan rakyat Indonesia atas segala sumber kekayaan “bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya, termasuk pula di dalamnya pengertian kepemilikan publik oleh kolektivitas rakyat atas sumber sumber kekayaan yang dimaksud. Rakyat secara kolektif itu dikonstruksikan oleh UUD 1945 memberikan mandat kepada negara untuk melakukan fungsinya dalam mengadakan kebijakan (beleid) dan tindakan pengurusan (bestuursdaad), pengaturan (regelendaad), pengelolaan (beheersdaad), dan pengawasan (toezichthoudensdaad) oleh Negara...”

Minggu, 26 Februari 2012

Ketika Babon dan Siamang bertemu..

Beberapa hari sebelum berencana menghabiskan 5 hari liburan di Jakarta, saya ngontak beberapa temen. Salah satunya, dia, seekor babon partner in crime waktu SMP.

Ceritanya nih, pas SMP itu dia aku panggil Babon dan aku dipanggil Siamang. ada temen-temen yang lain juga pada kita panggil dengan spesies monyet gitu deh, tapi pada ngga terpatri dgn baik hehe. Heran juga kenapa si @amelrisar ini mau-maunya dipanggil babon, padahal pantatnya babon kan merah. wkwkwk

Aku pernah janji ke Babon buat mampir Bintaro kalo nantinya ke Jakarta. Dan ternyata baru bisa terealisasi pas hari terakhir di Jakarta, Kamis, sebelum aku balik ke Sidoarjo hari jum'atnya. Babon, yang dari gelagatnya, pengen aku nginep kosannya, jadi ga kesampaian deh. Maaf ya Bon, disamping aku harus pulang, aku juga ga mau dianggep merusak hubungan orang.. *ga nyambung*

Singkat kata, aku ketemuan sama Babon di Blok M. Cukup lama sih, lah pas aku udah berangkat aja, si Babon baru mandi. Well, ngga heran sih. Malah biasanya ga mandi ya bon? #eh.

Setelah kita ketemu di KFC dan aku terharu baget liat si Babon pake T-SHIrT warna Baby Pink, aku diajakin ke STAN dan mampir kosannya. Pas itu udah sekitar jam 11.30. Setelah nego sama bos besar dan dengan persyaratan aku dikembalikan lagi ke tempat semula (Blok M), berhasillah aku mengantongi ijin untuk ke Bintaro. Kami ke Bintaro naik Metro Mini 71 trus lanjut naik angkot.

Sebelum naik, Babon bilang:
"Kamu disini kudu ngerasain naik metromini, Mank! Sensasinya itu lho! Supirnya ngebut-ngebut, kalo udah ngepot, penumpangnya pada bersorak!"

Sabtu, 18 Februari 2012

pertemuan di suatu perjalanan

Hey, pernahkah kamu bertemu cinta di suatu perjalanan?
Aku selalu bertemu dengannya.
Ia ada di hati seorang ibu yang menidurkan putranya.
Ia tercermin  mata pengemis-pengemis kcil yang merindukan sesuap nasi
Ia ada di luar jendela kereta,
menjelma menjadi lampu-lampu jalan yang menerangi malam.
Ia berada di jiwa-jiwa penjual makanan, di hati para tulang punggung keluarga.
Ia berada di sudut temaram hati.
Ia menjadi pelipur kesedihan.
Ia menemani hati,
mengiringi kepergian sebuah memori.
Ia menjelma menjadi sebuah rasa yang menjadi kunci dari semua rahasia.

Sebuah keikhlasan.

Kamis, 09 Februari 2012

Konferensi yang Menginspirasi!

Mungkin sebagian orang berfikiran aku kurang waras ketika mereka tau aku ke Jakarta untuk...liburan.

Yaa dimana mana gitu ya, yang namanya liburan pasti nyari kesenangan, sesuatu yang bikin pikiran fresh dan jauh dari kekacauan lalu lintas akibat terlalu banyak kendaraan bermotor semacam di Jakarta gitu deh. Lah ini, kasarannya, malah mengunjungi kepadatan kota.

But for me, this trip isn’t for shopping or see interesting place in objective view.
It is for me time, meet people, and for surprises.

Sebenernya yang bikin aku buru-buru ke Jakarta adalah acaranya Indonesian Future Leaders (IFL) yaitu National Conference Meet The Leaders yang dihelat hari Minggu tanggal 29 Januari 2012. Jadi konferensi nasional ini merupakan pembukaan ajang Parlemen Muda. Pematerinya juga menggiurkan, ada Anis Baswedan, Pak Joko Widodo, Dik Doank, Lidwini Marcella (founder of KOPHI), Leo Wokodompi (Indonesia National Comission for UNESCO, bagi yang belom tau, dia ini Leo AFI. ngetren banget pas jamanku SD hehehe), Christopher (France student yang care banget sama Indonesia!), Ayu (Indonesia Mengajar), Leonnardo Kamilius (founder Koperasi Kasih Indonesia), Pemred TEMPO, DaaiTV, dan lain-lain yang bikin aku ngerasa, ini kesempatan yang nggak boleh dilewatkan.

So I’m going to share The National Conference Meet The Leaders.

Acaranya di RRI pusat, sebelahnya Gedung MK. Yang ngadain kebanyakan temen-temen UI. Bahkan diluar dugaan, ternyata a man who was in charge di IFL sendiri masih mahasiswa, tapi udah bisa ngadain acara dan program yang menurut aku, impactnya gede. Acaranya dibuka oleh Ketua DPD RI, Dubes Eropa, dan Pak Anies Baswedan. Udah pada tahu sama Pak Anies Baswedan kan? Beliau yang menggagas program edukatif dan super bermanfaat yang bernama Indonesia Belajar, menantang mereka yang memiliki pekerjaan mapan dan rela kembali pulang ke Indoesia untuk mengajar di daerah pelosok di Indonesia. Prinsipnya adalah:

Setahun mengajar, seumur hidup menginspirasi.

Luar biasa, dari jangkauannya aja, program ini sudah kelihatan sekali kemana. Jangka pendeknya jelas mencerdaskan anak-anak yang berada di pelosok dan kekurangan tenaga pendidik. Jangka panjangnya, para pendidik ini diharapkan mampu memberi inspirasi kepada murid-muridnya agar suatu hari nanti, mereka menjadi generasi muda bangsa yang bermanfaat dan dapat membawa perubahan. Sebagai bukti nihye, panitia juga menghadirkan mbak Ayu yang mengajar di salah satu desa di Halmahera. Beliau salah satu pengajar muda yang cukup sukses dan smart. Beliau selalu mengajarkan kepada murid-muridnya tentang toleransi beragama. Bahwa di desa tersebut, terdapat 2 agama yang saling membenci satu sama lain. Anak-anak telah di doktrin, “agama A itu jahat, kita tidak boleh berkawan dengan mereka” begitu pula di bagian yang lain, “agama B itu jahat.”

Hal ini jelas mengancam persatuan bangsa kita. Dalam Al-Qur’an saja diperbolehkan bekerja sama dengan orang-orang yang berbeda keyakinan dengan batasan “bagimu agamamu dan bagiku agamaku”. Perlahan-lahan, usaha beliau memperoleh titik terang. Waktu menampilkan foto-foto di presentasinya, beliau juga menuturkan,

“tanpa mengikuti Indonesia Mengajar, saya tidak akan bisa menemukan senyuman dan berbagi kisah dengan mereka. Juga, saya tidak akan bertemu seseorang yang menjadi suami saya sekarang..”

Mbak Ayu menutup kalimatnya dengan tersenyum dan menoleh kepada seseorang di bangku pemateri. Di susul dengan riuh peseta konferensi. Aww, sweet! Serius deh aura bahagia itu hampir selalu terpancar oleh pasangan yang berbahagia, apalagi sudah, akan, atau sedang menjalani pernikahan di usia yang tidak lagi muda. Sekaligus memancing sebuah pertanyaan, aku kapan ya? *abaikan*

***

Menurut aku sih, ngga ada pemateri yang nggak menginspirasi. Bahkan Marshanda! Awalnya, heran juga kenapa harus nih artis sih yang diundang jadi pemateri? Ya mungkin bagi sebagian orang (termasuk saya) masih mendapati stigma Marshanda sebagai ABG-yang-mengupload video-di-youtube karena tekanan yang dia alami. Sekalipun sudah menikah, label itu masih terpatri. Tapi hari itu, Marshanda cantik deh, jilbab dan bajunya oke, yang kurang oke sih high heelsnya. Ketinggian! Jadi bikin jalannya kurang anggun. Dan hari itu juga baru aku tahu kalo Marshanda juga punya project di bidang sosial. Bagus juga nih, pantes udah jarang nongol di tipi.

Kalau penilaian pribadi sih, paling suka sama Pak Joko Widodo yang super humble plus Dik Doank. Hari itu sih pertama kalinya aku ngelihat Pak Jokowi secara langsung, biasanya sih dari twitter aja, ngelihat update-an twitternya. Ketika dipanggil, beliau jalan dengan santai, menyapa pemateri dan tamu-tamu disebelahnya, dan stand up comedy bentar.

Lha kok?
Iya, aku bisa bilang beliau stand up comedy. Mbanyol mulu! Pak Jokowi bener-bener merepresentasikan orang solo deh, orang Jawa pada umumnya. Ramah, medhok, dan apa adanya. Saya termasuk yang mengiyakan curhatan beliau bahwa beliau sama sekali ngga ada potongan jadi walikota. Jujur saja, postur tubuhnya jauh daripada anggota dewan yang tegap dan berisi. Bahkan pikiran yang melintas di kepala ketika melihat beliau adalah: abdi dalem. Duh nyuwun ngapunten, Pak.. Tetapi dibalik sosok yang nggak ada potongan itu, tersimpan benih ketegasan, pengabdian, dan konsistensi dalam membawa perubahan dan perbaikan bagi masyarakat yang telah mengamanahi beliau selama dua periode.

pahlawan-nya wong Solo!


Beliau presentasi hanya bondo slide yang full foto-foto beserta caption seadanya. Tanpa teks. Tetapi dengan sukses membius para peserta konferensi tentang arti pemimpin yang sebenarnya. Beliau memaparkan dengan baik dari awal pencalonan walikota: satu tahun pertama yang dihujani demo, tahun-tahun berikutnya yang malah Pak Jokowi nya yang kangen di demo, hingga sekarang: ketika masyarakat Solo menyadari mereka memiliki seorang pemimpin yang telah menggoreskan sejarah di hati rakyatnya, tentang perubahan perekonomian, kebijakan yang pro rakyat, dan pemberdayaan masyarakat.

“Jadi pemuda jangan mall melulu yang diurus. Mall itu Cuma kepunyaan satu orang. Cobalah ke pasar tradisional. Kalau pasar tradisional diberi sentuhan sedikit, bisa cantik lho. Saya bukan anti investor. Kalau mau membangun mall, ya saya kasih izin. Satu saja cukup.”

"Leadership is action, not position."
Begitu pesan beliau.

Sementara Dik Doank, sukses menghipnotis peserta dengan gayanya yang nyentrik dan humor-humor segar. Sosok yang doyan banget dipanggil om ganteng ini sempet curhat tentang masa sekolahnya yang bodoh, tolol gara-gara nggak bisa bersahabat dengan angka. Sama seperti pemateri" sebelumnya, dik doank juga memberikan wejangan fresh. Seperti:
"kamu tau, bersekolah itu penting. kenapa? agar kamu juga tahu bahwa sekolah itu gak penting"

Itu sebagai kritik atas sistem kurikulum Indonesia yang kurang efektif. Baginya, lucu saja ketika anak nelayan yang tangkas dalam menyelam dan mencari ikan, anak gunung yang jago merawat alam, harus dinyatakan tidak lulus lantaran nilai matematika yang jeblok. Sebagai solusi, beliau mendirikan Kandank Jurank Doank, sebuah pembelajaran non-formal yang insya Allah tetap bisa mencerdaskan bangsa dan menumbuhkan akhlak.

Berkali-kali beliau mengajak peserta konferensi untuk berdoa dan sesudahnya, memberikan sebuah kata yang cukup menarik.

Cinta Allah itu abstrak, bukan struktural.

Cinta yang bisa didapat dimana saja, dengan cara yang dikehendaki olehNya, dan tidak melihat sekat-sekat duniawi buatan manusia.