Kamis, 27 Oktober 2011

Sail Belitong. Menuju Kepulauan Natuna, sang Kepulauan Lawa

Hello Readers!
melanjutkan postingan sebelumnya yang sempet tertunda beberapa hari lantaran disibukkan dengan kepanitiaan Brawijaya Law Fair (kapan-kapan aku posting tentang BLF ini!) plus laptop ku yang terserang virus! arrgggh.. tapi untung ada si @Captain_Flash72 a.k.a. OD dan mas Nico yang bikin laptopku nggak jadi almarhum :D

Prolog cukup, bolehlah saya lanjut postingan sebelumnya.
Kami bertiga (saya, iis, latifahh) sampai di Kolinlamil tanjung priok tanggal 23 September 2011. Sedangkan kapal baru berangkat tanggal 25 September. Kami memang disuruh nunggu peserta yang lain dulu sambil ada briefing kecil-kecilan lah. Setiap ada acara materi ataupun pengenalan seperti ini, selalu diadakan di hanggar heli, karena ya memang tempat itu saja yang memungkinkan untuk menampung peserta sebanyak 197 orang. Ada pengenalan panitia dan komandan juga. Komandan Kapal namanya Pak Fadelan, kalau Dansatgas Sail Belitong LNRPB (Lintas Nusantara Remaja dan Pemuda Bahari) namanya Pak Faisal, tapi beliau sih lebih suka dipanggil kak Faisal. haha.

Malam sebelum keberangkatan, kami dihibur oleh para biduan yang pake baju doreng-doreng. Awalnya para peserta jaim-jaim aja. Nggak lama, setelah dipelopori oleh Kak Faisal, eh para peserta ilang jaimnya. They moves like crazy! aku bilang crazy, karena ternyata mereka pada jago joget dangdut..haha. Barulah tanggal 25 pagi ada upacara pelepasan oleh Pak Kingkin. orangnya kurus tinggi dan tegap banget kalo jalan. upacara berlangsung tertib sih (yaiyalah tertib, militer!). waktu upacara saya ahrap sih yang melepas kami berlayar ya Andi Malarangeng, eh hanya sekedar harapan saja.

ini dia, dangdut sebelum keberangkatan. panass! haha

belom seberapa kenal loh, tapi tetep joget ajalaah!

ini dia, rute pelayaran Sail Belitong 2011 :)
diambil saat perjalanan menuju Natuna, di helideck kapal. I love that blue color!!

Perjalanan ke Kepulauan Natuna memakan waktu 2-3 hari. Buat saya sih, seru-seru saja, walaupun ini pertama kalinya saya naik kapal perang dan menempuh perjalanan jauh. tapi buat yang mabok laut tuh kasian banget, baru adaptasi eeeh udah layar 2 hari-an hahah pada mabok semua deh. Mana ombaknya gede, juga, sepanjang perjalanan sempet 2x kena hujan yang bikin kapal semakin terombang-ambing. Paling parah kalau lagi makan dan tidur. Mau masukin sendok ke mulut aja badan pake maju mundur dulu -____-

Yang lucu juga kalau apel pagi. walaupun aba-abanya "siaaap grakk!!" tapi kalau kondisinya ditengah laut ya tetap aja kami terombang-ambing, mana bisa gerak :D perjalanan hari pertama, aku excited banget. rasanya nggak pengen di dera rasa kantuk, biar bisa menikmati perubahan langit siang menjadi langit sore yang kemerahan dan melihat kemunculan bintang-bintang di langit. ah, that would be beautiful! Sore itu, aku sempet motret sunset dan setelahnya aku juga sempet ngamatin bintang-bintang yang bermunculan. asli, kayak ketombe yang berjatuhan! huaaa asik bener deh dapet kesempatan menikmati langit malam di tengah laut lepas.

sunset di lautan lepas, menuju Kepulauan Natuna
Selama dua hari , sepanjang mata memandang hanya ada lautan lepas yang berwarna biru dan buih disekitar kapal. Nggak ada kapal lain yang lewat. Sepiiii abis. Para peserta pun mulai bete dan nggak betah digoyang ombak (kecuali saya hehe) dan mereka mulai bertanya-tanya, "kapan siiiih nyampe natuna?!"

***

Pertanyaan kami terjawab pada tanggal 27 September 2011 sekitar pukul 13.00. Waktu itu aku lagi enak-enakan tidur di kamar sambil dengerin musik, eh ada pemberitahuan kalau di lambung kiri ada pulau yg aku lupa namanya. Nggak pake lama, langsung pake jilbab dan aku ngibrit keluar sambil bawa kamera. eh ternyata di helideck udah ada beberapa peserta yang kegirangan dan berteriak, "DARATAN..DARATAN!!!" hahahhaha norak banget deh kita begitu lihat daratan. padahal pulaunya nggak berpenghuni lho.. tapi udah excited banget deh! Di kepulauan Natuna emang masih banyak pulau-pulau kecil yang nggak berpenghuni. setelah itu, ada pemberitahuan lagi kalau kami harus bersiap-siap untuk peran parade. Peran Parade ini semacam peran dimana para peserta harus menyebar entah di lambung kanan atau kiri kapal (tergantung instruksi) untuk menyapa para penduduk yang telah menyambut kedatangan kami. jadi sambil melambai-lambaikan tangan gitu, namanya juga parade..hehe udah kayak orang penting aja.

salah satu peserta yang norak waktu lihat daratan

itu bukan batu raksasa, lho!

dapet sinyal, langsung telpon telpon hehe

the beautiful Sabang Mawang Island
And finally, we arrived!! yipppiiiiieeee! penantian selama 2 hari perjalanan di kapal dan terombang ambing nggak jelas, akhirnya sampai juga di salah satu pulau di Kepulauan Natuna yang namanya Pulau Sabang Mawang. Dan alhamdulillah banget, setelah 2 hari ngga ada sinyal, nyampe di sabang mawang sinyal langsung penuh. seketika, helideck dipenuhi oleh manusia-manusia yang sibuk ngasih kabar ke orang-orang terkasih.

Pulau Sabang Mawang ini masih asri..disana ada pangkalan kecil TNI AL. memang hal tersebut adalah salah satu usaha TNI AL untuk mempertahankan pulau-pulau yang berada di wilayah perbatasan. dalam hal ini, Natuna memang pulau paling utara lho.. berada tepat diselatan Vietnam. Kami disambut oleh para penduduk sekitar, perkampungannya ya perkampungan pesisir. rumah mereka hanya ada dipinggiran pulau itu di tepian pantai. bangunan rumahnya mayoritas memakai kayu, hanya beberapa bangunan yang bersemen seperti masjid. seluruh penduduk desa Sabang Mawang beragama Islam dan bahasa yang digunakan bahasa melayu. bahkan ada yang nggak bisa berbahasa Indonesia lho..

Staf Ahli Bupati Natuna kalau ngga salah namanya Pak Sabli Ismail memaparkan bahwa seluruh penduduk di Desa Sabang Mawang diasuransikan, meliputi asuransi kesehatan, pendidikan, dll. Aku lupa sih, yang diasuransikan itu seluruh penduduk Natuna atau hanya Desa Sabang Mawang saja. Beliau juga menjelaskan kalo anak-anak di Sabang Mawang ini sudah melek pendidikan, karena dibikin melek oleh pemerintah daerah dengan cara menggratiskan biaya pendidikan hingga SMA termasuk buku-buku dan seragam. Setelah saya kroscek ke penduduk setempat, ya memang di gratisan, tapi seragamnya ngga gratis kok -__- tapi saya cukup salut lah ketika desa di wilayah perbatasan sudah melek pendidikan. Oiya, Pak Sabli juga menjelaskan kalo Natuna adalah Pulau Lawa. Bukan pulaunya para kelelawar, Lawa dalam bahasa Natuna berarti cantik. it means beautiful :)

Anak-anak kecil disana juga ramah-ramah kok, mereka kesenengan kalo diajakin ngobrol. Tapi ada yang lucu juga nih, waktu aku tanya ama beberapa anak kelas 5 SD disana, "dek, presiden kita namanya siapa?" dia jawab, "SBY!". aku tanya lagi, presiden kita yang pertama, namanya siapa? dan mereka membisu. Oh em jiiii...ternyata dimata segelintir anak itu SBY lebih dikenal dari pada Proklamator kita. Mungkin karena SBY emang terlalu banyak pencitraan kali ya.. #ups.

paling kiri Rona, dan aku diantara bocah-bocah Sabang Mawang :)

salah satu PAUD di Sabang Mawang

pertandingan persahabatan pertama. kalo ngga salah sih, kalah. haha

Sayang seribu sayang di Natuna cuman sehari, udah gitu nggak ada diving! arrggghhh padahal nih pantai salah satu pulau kecil di dekat Sabang Mawang tuh terumbu karangnya bagus (berdasar info TNI AL disana). di sekitar dermaga aja aku bisa ngelihat rumah Nemo. asliii jernih banget airnya. Kami hanya menghabiskan waktu untuk dangdutan lagi di malam harinya dengan biduan asli Natuna. hahahah tapi tetep aja kita joget bareng, bahkan pak Sabli Ismail juga ikutan nyanyi. Biduannya tergolong sopan sih jogetnya, dibandingkan biduan di Pulau Bangka (cerita nyusul yah). Dilanjutkan dengan olahraga pagi keesokan harinya, lanjut sarapan, mandi, trus peran parade lagi. huhuhuhu... insya Allah suatu saat aku akan kembali, lah :)

peserta LNRPB abis olahraga di pulau paling utara oy!

salah satu rumah penduduk. alhamdulillah ngga pernah kena ombak gede!

saking jernihnya, aku bisa motret terumbu karang dari atas. sumpah pengen nyebur aja tuh!
>> to be continued...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar