Rabu, 20 Juli 2011

A Stupid Question

Dalam perjalanan balik k sidoarjo dari malang hari ini, tiba-tiba terlintas sebuah pertanyaan bodoh. Pertanyaan ababil, kalo mengutip istilah temen-temen di kampus.

"apa iya aku cocok kuliah di fakultas hukum?"

Itu sebuah kalimat tanya yang tanpa diundang mampir begitu saja.
Aneh memang, pertanyaan bodoh yg muncul setelah aku melewati 1 tahun kuliah di fakultas hukum sebuah perguruan tinggi negeri di malang. Dan pertanyaan ini muncul ketika aku sudah membuat beberapa tulisan yg berbau hukum, berdiskusi disana-sini, dan menghasilkan nilai akademik yg lumayan. Intinya, aku sudah melewati permulaan di dunia hukum dengan cukup baik (setidaknya menurutku..ekekek)

Pertanyaan ini muncul bukan tanpa alasan.
Memang waktu masih SMA, aku berkeinginan masuk ke fisip,, jurusan HI. Alasannya, karena pengen jadi dubes, biar bisa keliling dunia. (alasan ini terdengar kayak anak SD ngga sih?) Opsi kedua adalah ilmu komunikasi, soalnya aku pengen jadi jurnalis.
Lalu ayah ngasih pandangan tentang jurusan manajemen, ekonomi pembangunan, akuntansi, hukum, dan beberapa jurusan ilmu sosial yg lain.
Untuk jurusan-jurusan yg berbau ekonomi, aku tolak mentah-mentah. Sudah jelas ngga ada bakat dan minat aku disana..
Sudah pasti kuliah di jurusan" ekonomi itu sarat dgn itung"an. Apalagi akuntansi, yg nanti kerjanya pasti berkutat dgn pembukuan. I'm not person with a high quality of it!
Pernah aku bayangin aku kerja di kantor dengan memakai rok se lutut (waktu itu aku belum berjilbab, jadi bayangannya kayak gitu), berkemeja, dan berkacamata yang tiap hari sibuk dgn laporan keuangan. Oh God..

Opsi lain adalah fakultas hukum. Ayah bilang, peluang kerja dari fakultas hukum itu lebih luas. Bisa di ranah hukum, maupun non-hukum. Setelah aku cek, emang bener sih. Trus aku pikir" lagi banyak keuntungan kalo aku belajar hukum.
Hubungan internasional aku buang sudah. Pertama, karena aku kurang yakin. Kedua, temen baik ku punya big desire untuk masuk ke jurusan itu.
Ilmu komunikasi juga aku lipat dari daftar. Soalnya, kalo menurutku kuliah di ilkom utk jadi jurnalis, aku jadi cm punya kemampuan menulis, tanpa bisa menulis bidang hukum ataupun ekonomi, atau yg lain".

tapi keinginan jadi jurnalis itu bukannya menipis, malah meninggi loh.
memang aku sendiri termasuk abru di dunia jurnalis, sejak SMA kelas 3 baru mulai terjun, dan aku suka.
Menurutku jurnalis itu seksi..hehe with no reason, it's just a statement :p
selain itu menurutku jurnalis itu mengemban amanat juga loh.
posisi jurnalis kan juga strategis, menjembatani antara pemerintah dengan masyarakat, antara sumber dan penikmat berita. Idealisme seorang jurnalis juga ngga sepatutnya digadaikan begitu saja untuk ditunggangi kepentingan politik atau organisasi tertentu..walaupun di dunia jurnalis ada yg namanya interpretative writing (aku juga baru kenal istilah ini) yang bisa membuat tulisan jadi sedikit subyektif. hal ini juga yg masih aku pelajari. jadi sebenernya agak risih juga sih lihat media yg terkesan "memihak" kelompok tertentu, yang tentu saja keuntungannya juga untuk kelompoknya sendiri. #upsnyindir #sengaja
intinya, menurutku jurnalis itu pekerjaan yg mulia sekaligus menyenangkan!

yah manusia sejauh ini hanya bisa berencana, Tuhan yg menentukan.
jadi kalau bisa berencana yg terbaik, kenapa tidak?
:)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar