Jumat, 25 Maret 2011

new experience, new fun

Assalamualaikuum
sudah lama sekali nggak posting :D biasa, sibuk. sibuk tidur maksudnya..hehe

dalam minggu-minggu ini, ada beberapa project yang harus saya selesaikan, disamping tugas-tugas kuliah.
yang paling menarik adalah project dari Cleft Care.
kalau temen-temen nge-search Cleft Care, jangan kaget bakal banyak foto saudara-saudari kita yang ber bibir sumbing. karena Cleft Care memang foundation yang fokus menangani dan membantu anak-anak ber bibir sumbing di Indonesia, khususnya yg kurang mampu. dan, foundation ini di canangkan dan dikelola oleh bule-bule. salah satu volunteer nya adalah Mrs. Lizzy Pelssers, seorang wanita hebat dari Belgia. dan ibu Meki, seorang tetangga saya yg bule dan berkebangsaan Australia. Ketika project saya sudah selesai di koreksi ama pihak Cleft Care, insya Allah bakal saya publikasikan di blog ini :D

Awal perkenalan saya dengan Cleft Care, bermula dari tetangga saya, seorang bule Australia bernama Mr. Leith. Pada waktu itu, di delta pelangi 3 (kompleks perumahan hunian saya) sedang mengadakan acara makan-makan informal, dan bule itu juga diundang. Mr. Leith sangat ramah dan beliau welcome dengan makanan Indonesia (waktu itu makanan yg dihidangkan adalah sate, gule, dll :D ). Beliau menghampiri saya (berhubung sudah pernah kenalan sebelumnya) dan meminta saya bertemu dengan istrinya, saya memanggilnya Ibu Meki. Aku menaksir, usia bule-bule ini sekitar 50-60an, jadi sepertinya aku bisa memanggil mereka eyang. tapi mereka terlihat seperti teman daripada nenek atau kakek. They're so open minded and friendly.

Obrolan kecil pun bergulir, Ibu Meki meminta saya dengan sopan untuk membantunya mempublikasikan Cleft Care agar dapat menjaring lebih banyak lagi anak Indonesia yang kurang mampu dan memiliki kelainan bibir sumbing. saya menyanggupi dan obrolan berlanjut minggu-minggu berikutnya. kira-kira akhir januari, Ibu Meki mengundang Mrs. Lizzy ke rumahnya, dan mengundang saya juga. wow! dengan kemampuan bahasa Inggris yang nggak bagus-bagus amat, sebenernya saya cukup bonek *bondo nekat hehe. but I know that it gonna be a nice start. And it just happened. obrolan mengalir dengan santainya, awalnya kita mebicarakan Cleft Care dan tentang apa yang bisa aku bantu, lalu tentang kuliah ku di malang, dan beberapa keunikan Indonesia.

Terakhir saya bertemu Ibu Meki tanggal 20 April 2011 kemaren. saya memberikan hardcopy tentang project yg saya buat, dan senangnya sayaa ketika beliau berkomentar, "wow, well done nabilla! this is would be lovely.." dan lain lain. itu berarti menurutnya, saya sudah bisa berkontribusi buat cleft care, senangnyaa :D
obrolan kami juga cukup seru dan lama, berhubung suaminya, Mr. Leith lagi ngajar di Perth. I like her. Ibu Meki beranggapan bahwa saya harus bisa memberikan kontribusi yg positif untuk Indonesia. "I won't waste my time to drinking coffee, because that's so not me! some of my friends says that I'm strange, but I do not care. I think we can say 'this is fun' if it gives a lot of benefits, and Cleft Care has it." kira-kira begitulah :p

Ditemani beberapa potong jeruk segar dan air mineral dingin, saya mencoba mencari tahu pandangan bule ini tentang Indonesia. Nggak beda jauh dengan bule-bule lain, they love Indonesia, especially Bali. Hanya saja, yang beliau sayangkan cuman satu, yakni SAMPAH . Oh memang, harus kita akui, sebagai orang Indonesia, kesadaran untuk menjaga lingkungan sekitar dan meminimalisir pemakaian plastik masih sangat rendah. bisa jadi saya termasuk di dalamnya, but I'm on my way to kill it :)

Dan satu lagi yang saya suka dari beliau, beliau adalah orang yg memiliki tingkat toleransi yg tinggi dalam beragama dan keberagaman di Indonesia. hal itu beliau tunjukkan kepada aku yg seorang muslim sedangkan beliau adalah seorang kristen, kepada pembantunya yang "orang jawa tulen" (bahkan Ibu Meki diajari bahasa grojokan sebagai arti dari air terjun..haha kasar bgt), dan kepada penjaga rumahnya di Bali yang seorang hindu.

Sebagai warga pribumi, saya sangat mengapresiasi kesadaran yg amat tinggi dari bule-bule itu.
dan sebagai warga pribumi, saya sangat bangga bisa bekerja sama dengan mereka, di usia saya yg masih tergolong teenager ini hehe.
Jika mereka saja memiliki kesadaran besar untuk memajukan Indonesia,
mengapa kita tidak?
mari menjadi renungan bersama :)