Sabtu, 31 Desember 2011

Seandainya Saya Menjadi Anggota DPD RI: Menguatkan Taring di Konstitusi hingga Menggalakkan Potensi Bahari

Knowing yourself is the beginning of all wisdom - Aristotle



Salah satu wacana yang kencang dibicarakan dan diperjuangkan oleh beberapa pihak adalah wacana tentang amandemen Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD NRI 1945). Seandainya saya menjadi anggota DPD RI, yang pertama kali saya lakukan adalah mendorong dan meloby anggota-anggota DPR agar pro dengan amandemen kelima. Agenda ini bukan tanpa alasan. Sistem ketatanegaraan Indonesia yang baik akan terwujud jika dikawal oleh konstitusi yang baik pula. Sedangkan seiring dengan dinamika kehidupan ketatanegaraan di Indonesia,  UUD NRI 1945 dirasakan kurang mumpuni sebagai pengawal tersebut. Ada beberapa poin yang harus diperbaiki, khususnya terkait dengan kedudukan dan wewenang DPD RI.

Kewenangan DPD RI dalam UUD NRI 1945 adalah:
Tabel Wewenang DPD RI

Karena kewenangan yang terbatas hanya dalam “memberikan pertimbangan” itulah DPD RI seperti tidak punya taring. Padahal, DPD RI memiliki posisi strategis dalam penyaluran aspirasi masyarakat daerah. Fungsinya yang menjembatani akan lebih kokoh jika DPD RI diberikan kewenangan yang lebih kuat dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat di provinsi yang diwakilinya. Agar pertimbangan-pertimbangan yang progresif tidak kandas saat bertempur dengan kuatnya kepentingan politik di DPR.

Hal ideal kedua yang akan saya lakukan seandainya saya menjadi anggota DPD RI adalah optimalisasi bidang pendidikan dan mendorong agar sistem pendidikan di Indonesia kembali kepada Filosofi Pendidikan yang diusung oleh Ki Hajar Dewantara, yakni ing ngarso sung tulodo (di depan memberikan teladan), ing madyo mangun karso  (di tengah membangkitkan semangat), dan tut wuri handayani (di belakang memberi dukungan). Menurut Ki Hajar Dewantara mendidik dalam arti yang sesungguhnya adalah proses memanusiakan manusia (humanisasi), pengangkatan manusia ke taraf insani. Karena sesungguhnya pendidikan adalah usaha bangsa ini membawa manusia Indonesia keluar dari kebodohan, dengan membuka tabir aktual-transenden dari sifat alami manusia (http://elearning.unesa.ac.id). Sehingga, pendidikan merupakan suatu proses. Baiknya, seandainya saya menjadi anggota DPD RI, saya harus mematri semangat “pembelajar seumur hidup” kepada kaum terpelajar. Langkah teknisnya, dengan menggiatkan gerakan DPD goes to Campus, tak lain tujuannya adalah mendekatkan DPD kepada mahasiswa, agent of change, karena mahasiswa memiliki posisi strategis dan beragam pemikiran progresif untuk perbaikan bangsa dari berbagai aspek.
Selanjutnya, hal yang akan saya lakukan seandainya saya menjadi anggota DPD RI adalah mendukung potensi kebaharian di Indonesia. Langkah ini masih banyak dilupakan oleh banyak komponen. Padahal, perlu digarisbawahi bahwa Indonesia adalah negara maritim. Lautan Indonesia memiliki luas 3.257.483 km2 sedangkan untuk wilayah daratan, luasnya 1.922.570 km2  (http://id.wikipedia.org/wiki/Geografi_Indonesia). Untuk itu, support untuk terus menggalakkan potensi kebaharian harus terus dilakukan. Selama ini, support tersebut belum lahir dari berbagai komponen. Jika potensi kebaharian dapat dioptimalkan, saya yakin masyarakat Indonesia akan semakin terhidupi. Potensi kebaharian Indonesia tidak hanya dapat digunakan sebagai sumber mata pencaharian, tidak hanya untuk penangkapan ikan-ikan laut yang akan menjadi kudapan di restoran-restoran, tetapi juga dapat dioptimalkan melalui sektor pariwisata. Masih banyak hidden paradise yang tersimpan di Indonesia. Lebih baik potensi yang menggiurkan ini kita olah dan kembangkan dengan tangan sendiri dan tidak lagi jatuh ke tangan investor-investor asing.
Potret Kampung Nelayan di Kepulauan Natuna - September 2011

Kurang lebih, itulah yang akan saya lakukan, seandainya saya menjadi anggota DPD RI.

---
total 500 kata termasuk judul, tidak termasuk caption foto

Senin, 26 Desember 2011

Bangka memang IDAMAN!

Hello, Bangka!
Pagi ini (8 Oktober 2011) KRI MKS 590 merapat ke dermaga TNI AL bersamaan dengan KRI dr. Soeharso. Karena dermaga nya ngga begitu besar, jadilah kapal kami merapat disebelah KRI SHS, bukan di belakang atau di depannnya. Jadi kalau mau keluar kapal harus lewat SHS dulu deh. By the way, Bangka is so much beautiful! Ciri khas pantai di Bangka-Belitung akan batu-batu granatnya udah mulai kelihatan! Air lautnya gradasi biru -dari biru muda sampe tua- dan dipermanis oleh pasirnya yang putih bersih. ah!

Pulau tak bernama. Aku mau deh kalo leyeh-leyeh disana :D

salah satu pulau di Bangka. pretty!

Bebatuan dekat dermaga
Perlu aku publikasikan disini bahwa Bangka is totally HOT! ternyata ada yang lebih panas dari Dumai, sodara-sodara. Begitu sampai di dermaga, kami dijadwalkan untuk mengunjungi kantor walikota Bangka. Jaraknya lumayan jauh, perjalanan sekitar satu setengah jam. Kami melewati hutan dan desa-desa. Antara satu desa dengan yang lain, dipisahkan oleh palang hijau kayak di jalan raya itu loh, modern sekali :D

Pelayanan di Bangka memang patut diacungi jempol! Bangka bener-bener all out dalam menjamin tansportasi para peserta pelayaran. Panitia di Bangka menyediakan satu bis untuk satu kelompok. Eksklusif banget! heheh jadinya kami nggak perlu dusel-duselan dan berebut untuk masuk bis. Yang asik juga, di Bangka 11-12 kayak di Batam deh, isinya jamuan mulu. heheh beberapa dari kami diundang untuk menghadiri makan malam di Pangkal Pinang. Sebenernya aku juga diundang sih, cuman karena terlalu lelah dan perjalanannya yang sangat lama, jadi aku ngga ikutan.

***
Jadwal untuk hari selanjutnya tak lain tak bukan adalah PELESIR!
hehehe dilarang iri ya!
jadwal aslinya sih bersih-besih pantai plus gerakan menanam pohon. Nama pantainya Romodong, di daerah Belinyu. Jalan menuju kesana masih bener-bener asri dan full semak belukar. tapi kata panitia sih, jalannya sudah diperbaiki karena akan dilewati sama rombongan kami. He istimewa dong ya..

Pantainya ya khas belitong, banyak batu-batu granat. Aku agak heran sih, apa yang perlu dibersihkan? pantainya sudah bersih kok..malahan lebih bersih daripada pantai di Batam. Jadi kami hanya menyingkirkan dedaunan yang berguguran. Disana kami disambut oleh Panitia dari Dinas Pariwisata. Mottonya mereka: Idaman = indah damai aman nyaman dan berkesan. Hehe ya memang perjalanan di Bangka ini sangat berkesan :)

Hari ini kami juga membawa lifevest yang telah dibagikan ke masing-masing peserta. Bukan tanpa sebab, memang ada agenda DIVING lho! walaupun peralatan diving sangat terbatas untuk peserta segitu banyaknya. tapi divingnya engga di pantai Romodong ini. Soalnya kontur pantainya kurang asik dibuat basah-basahan hehe.

Salah satu sudut pantai Romodong

bukan batu Malin Kundang
Setelah bersih-bersih pantai, buru-buru kami naik ke bis untuk menuju ke pantai selanjutnya tempat kami diving nantinya. Aku sendiri waktu itu belom punya masker, snorkel, fin, ataupun wetsuit. Temenku aja cuman satu yang bawa snorkel. Dan ternyata, banyak juga temen-temen yang ngga bisa renang! jadilah pada pake lifevest semua..hehehhe! di pantai ini (maaf lupa namanya ._.) batu granatnya lebih banyak. Sebelumnya, aku udah membayangkan bakal ngelihat biota-biota laut, eh ternyata bawah lautnya cuman pasir. hadee cape deeeh..

Sudah begitu, peralatan diving yang cuman beberapa buah jadi rebutan sama temen-temen. waktu dapet giliranku, ngga asik banget, masa lagi enak-enak nyoba diving eeehh dipegangin ama temen-temen. udah pada ngebet pengen nyoba juga. tapi untung ada Kopaska! Kami dapet kesempatan lagi buat ngepot-ngepot pake sekoci nya kopaska. heheh asik sekaliiii...sayangnya aku ngga bisa motret pemandangan di sekitar pantai. eman kameraku, belom punya casing underwater soalnya hehe.

pantainya cozy :)

mendung! asiiiikk..

Kopaska is coming!
saat peran parade menuju Belitung. Pasir putih sepanjang pulau :)

Minggu, 25 Desember 2011

Sebuah Pesan di Perairan Bangka

well, Mandi Khatulistiwa  akhirnya terlampaui sudah! perjalanan dari Dumai menuju Bangka hanya memakan waktu sekitar 1 hari. kira-kira tanggal 7 Oktober 2011 kami udah sampe diperairan Pulau Bangka. Tapi ya karena penyambutan baru bisa dilakukan besok pagi, jadilah kami lego dulu.

Kegiatan malam itu sih, ada LNRPB Mencari Bakat. sebenernya agak nggak sepakat dengan nama kontesnya, soalnya hanya dibatasi di vocal group. Padahal awalnya Pak Harun menyatakan kalo setiap kelompok bisa mengirimkan perwakilan untuk menampilkan bakat apapun itu. Ehh akhirnya dibatasin di vocal group deh biar seragam. kelompok ku waktu itu agak kurang kompak sih, jadinya yaa ngga lolos final hehe.

Malam itu, aku terlibat "obrolan ilegal" di helideck dengan kak dwi, kak eko, kak ary, kak doby, kak angga, dan lain-lain. FYI, mereka itu aktivis semua. ada yang dari HMI, PMII, KNPI, ataupun aktivis organisasi internal kampus. Jadi yaa kami menamakan obrolan malam itu ilegal karena diskusi nya melenceng dari apa yang dijadwalkan oleh Divisi acara di kapal. hehehe. Ternyata, mereka cukup sering diskusi malam-malam di helideck. Jadi aku ini pendatang baru, cewek sendiri pula..kebetulan aja malam itu lagi nggak bisa tidur dan diajak gabung. Sesekali aku ikutan cekikian dengerin kak dwi ama kak angga yang ngerasani temen-temen mereka di kamar.
Sebelumnya, ada Iis yang ikutan gabung juga, tapi karna dia udah ngantuk, dia masuk kamar duluan. dari Iis, aku tau kalo mas Eko bisa "menerawang". nggak pake malu-malu, langsung aja aku sodorin tangan kanan ku buat diterawang. trus orangnya bilang, "ehm,,tangan kiri mbak.." hehhe ternyata salah tangan. memangnya pengaruh ya?

"Permisi ya.." kak eko pake permisi dulu waktu mau membaca garis tangan. trus ngga lama, dia mulai nyerocos. Beberapa yang kak eko omongin bener lho! hehehhe
mau tau? rahasia :p
tapi ada juga yang ngga bener deh, katanya aku doyan tebar pesona. suer deh, aku sama sekali ngga merasa demikian -,-v cuman ada satu pesen yang paling aku inget,
"hati-hati memilih lelaki..."

Jumat, 02 Desember 2011

Cuban Talun Waterfall: the sweet escape

Terkadang hal yang tidak direncanakan justru memberi kenikmatan yang luar biasa.

Ya, memang begitu adanya. Selasa, 29 november 2011 kemaren, aku memang seharusnya ikutan survey diklat FKPH. tapi mendadak gak bisa, karna harus dateng rapat evaluasi study ekskursi. Batal deh...
di luar dugaan, rapat nya berjalan sangat cepat dan efisien. Sekitar pukul 13.00, rapat udah kelar, temen" juga udah pada siap untuk survey diklat FKPH.

Aku boncengan sama Atika, Dina sama Surya, Sista sama Irham. seharusnya sista sama atika gak perlu ikutan sih. Sista bukan anggota FKPH, sedangkan Atika, itu calon anggota FKPH. ya seharusnya Atika nggak boleh tau dulu dong tempat diklatnya. Tapi, dia pengecualian lah. kalo gak ada dia, aku sama siapa dong? hehe berhubung belom punya SIM :p

Deket aja sih sebenernya, perjalanan kurang lebih 30-45 menit dari kampus. Lokasi nya setelah sengkaling. Kalo dari malang, ya arah Batu, trus naik ke arah cangar. nanti ada papan penunjuk nya ke Cuban Talun.

Kau akan menemukan ini di pintu masuk :)

Berkeliling disekitar area outbond dan rumah warga di Cuban Talun, terlihat jelas bahwa tempat wisata ini masih dikelola oleh warga sekitar. Lokasi outbondnya cukup luas. Ada kakek tua yang menjaga di tempat parkir namanya mbah Sumari, beliau lahir sekitar tahun 1933. Tua banget ya?
Beliau cerita kalau dulu pernah ada siswa yang meninggal di area outbond karena kejatuhan pohon pinus. Dan akhirnya lokasi tersebut dibuatkan tugu kecil. Hiiii..

lokasi outbond sekitar bendungan

jalan setapak menuju waterfall
Lokasi outbond dengan air terjun nggak berdekatan. Udah gitu, aku kira air terjun cuban talun ini 11-12 ama cuban rondo medannya. ternyata enggak, sodara..
mungkin karena cuban rondo sudah di aspal dan dikelola dengan baik ya, sedangkan jalan menuju cuban talun bener-bener masih alami banget.
ada 2 cara kalo mau ke air terjun, pertama lewat hutan, atau nyebrang sungai kecil. Aku sama temen-temen memilih rute nomer 2 PP, alasannya: lebih seru.hehe trek nya juga cukup curam. tapi tetep aja untuk mencapai air terjun harus menempuh trek singkat yang licin dan berliku. Namanya juga ngga terlalu direncanakan, jadilah aku masih membawa laptopku di tas. Mana ada mau trekking malah bawa laptop hehe. Total, aku jatuh bangun sekitar 6 kali. Jangan jaim ya! berani kotor itu luar biasa! Seru to the max!

menuju waterfall, masih di rerumputan udah ditemui sampah

harus lewat sini nih!

keliatannya kecil ya? tapi jangan salah, kedalamannya se-lutut lho. kalau arus lagi deras, lebih baik menyebrangnya dengan berpegangan tangan aja satu sama lain
udah pada nyeker nih
Siang itu yang menempuh trek bener-bener hanya kami ber enam! wuu asik banget serasa alam milik sendiri. hehehe! waktu itu juga ngga seberapa panas, lha wong udah mau sore. agak gerimis dan mendung juga, mungkin itu yang membuat jalan agak licin.
ada spot untuk menikmati view seperti ini lho! super!
jalan setapak menuju air terjun. masih jauuuh!

udah jatuh bangun turun, eh wrong way! --"

jalan yg masih bener-bener asri.
udah deket nih!

the destination!

narsis dikit

self timer picture that I loved so much! btw, setelah foto ini diambil, kakinya Surya (baju putih) digigit lintah! hiiiii.. sekitar air terjun juga masih ada sampahnya. sayang sekali..
Kami disana nggak foto-foto terlalu lama, begitu Surya kena lintah, langsung pada bubar semua. hehe. Btw, air nya coklat gitu sodara..nggak bening seperti di Cuban Rondo. Mungkin karena faktor cuaca penghujan juga ya dan kebersihan yang memang belum sepenuhnya terjaga. Tapi arus derasnya sih kurang lebih sama seperti cuban rondo. tebingnya juga bagus banget! Pokoknya ngga rugi deh!

Waktu naiknya lagi nih yang berat..aku sama atika sukses berada dalam barisan paling belakang, apalagi atika, dikit-dikit berhenti. hehe. kurang lebih, kami menghabiskan waktu+trekking PP selama 1 jam. Setelah sampai di parkiran, langsung deh menyerbu warung gorengan!
kami sampai di parkiran kurang lebih pukul 16.00 WIB. dan jam segitu, masih ada pasangan anak muda yang masuk. Waah waaaah, langsung deh pada negative thinking semua! hehehhehe.

quotes of the episode:
Well, sometimes if you need to feel the rainbow, you have to punched by storm.

Senin, 28 November 2011

Mandi Khatulistiwa

Mohon untuk tidak googling terlebih dahulu tentang mandi khatulistiwa sebelum baca tulisan ini. hehe..


Salah satu acara yang tertera dalam buku saku yang diberikan kepada peserta adalah mandi khatulistiwa. Kak Fiqhy, ketua kelompok Pulau Sambu (kelompok ku) sontak bertanya ke Kak Riki, maksud dari mandi khatulistiwa ini apa ya? kok terdengar aneh?
kak Riki yang ditanyain cuman cengar-cengir aja. "tunggu aja tanggal mainnya, itu tradisi para pelaut kalau melewati garis khatulistiwa." cuman itu jawabnya. sejak saat itulah, dua kata mujarab itu terpatri di otak ku...

Dan tradisi itu terjadi di atas perairan Dumai-Pulau Bangka.
Ceritanya, malam setelah peran parade, ada materi motivasi dari kak Haqqi. setelah itu, sebelum memasuki waktu istirahat malam, dokter Ricky (dokter di KRI Makassar 590) memberitahukan ke seluruh peserta bahwa di Bangka sedang terjangkit virus malaria. Dan solusi untuk kaum pendatang seperti kami adalah minum obat yang pahitnya masya Allah agar kebal dari virus malaria sesampainya di Bangka. di jadwalkan, kami tiba di Bangka keesokan hari, dan mau ngga mau, obat pahit itu harus ditenggak malam ini juga.

Kejanggalan pun mulai terasa, malam itu para panitia TNI AL nyuruh kami segera tidur. lampu di helideck pun di matikan semua. padahal tuh, biasanya kami dilegalkan aja untuk begadang semalaman suntuk di helideck, ngobrol dan diskusi ngalor ngidul. tapi malam itu, semua peserta harus masuk geladak G, H, J tanpa terkecuali. wah...

Kecurigaan kedua ku, terletak pada obat ini. masa abis minum obat rasanya puyeng abis, jalan jadi sempoyongan dan waktu keluar kamar, ngelihat lampu di lorong yang awalnya putih jadi kayak ada warna bir-hijau di sekitar lampu. aneh! dan yang ngerasain ngga hanya aku, tapi peserta lain juga. Jadi memang ngga ada opsi lain selain tidur. aku yang doyan begadang aja ngga mampu nahan "obat bius" ini. wah dua...

"eh, aku denger malam ini kita bakal mandi khatulistiwa! Kita kunci aja kamarnya!"
sayup-sayup terdengar suara mbak stella. Isu tentang mandi khatulistiwa sebenernya sudah merebak kemana-mana, hanya saja, ngga ada yang menduga "model" nya seperti apa.
akhirnya seisi kamar G-13 sepakat untuk mengunci pintu! Sekilas usulan ini menunjukkan betapa pintarnya kami. Detik kedua, tentu saja menunjukkan kebodohan kami yang tak terelakkan. Yailah, ini kapalnya siapaa..kunci juga ga cuman satu kaleeek! hahaha

Tidurlah saya dengan jilbab yang sudah saya siapkan di samping bantal, playlist lagu dihape juga nyala, plus pake baju tidur yang biasa-biasa aja. Tirai kasur juga aku tutup rapat-rapat. Aku lupa sekitar jam berapa, aku ngelilir. Eh, di kamar jadi gelap abis, bener-bener ga ada cahaya. wah ketiga... tapi aku masih stay cool, berhubung rasa kantuk ini melebihi segalanya.

Beberapa menit kemudian, aku terbangun lagi. kali ini karna ada suara gak jelas dari speaker kamar, plus lampu yang berubah jadi warna-warni. Gila, apa seburuk ini ya penglihatanku?
Keanehan kedua, aku denger mbak-mbak disampingku jerit jerit.
"waaa...aaaaaaa...aaah nggak mau...aaahhh takut...ahhh mamaaaaaa...."
ya kira-kira kayak gitu deh jeritannya! hehee
  Keanehan ketiga, aku denger suara ompreng di pukul pake sendok, tepat di samping kupingku pula! gile, ada apa ini... Bego nya pula, aku sempet mikir gimana caranya pula si setan bisa masuk kamar? Wajar lah, namanya juga masih bangun tidur hehe.
aku buka tirai dan ada orang yang nyamar jadi genderuwo lewat dan ketawa-ketawa gak jelas. "hahahahhahaahah! ayo keluar kamu! kalian ini tidak menjaga kebersihan kamar, kalian layak diberi hukuman! ayo keluar kalian semua dari kamar!"

wah! the show is going on!
Agak ngeri juga sih ya, kaki masih bergetar karna efek obat. Takut-takut, aku buka tirainya mbak Lani, yang kasurnya tepat disebelah kasurku. eh dia-nya selimutan krekep. aku sampe ngga tau mana kepala dan mana kaki-nya.
Akhirnya mau gak mau, turun kasur deh, ngga lupa pake jilbab juga. Aku kasian ama temen" cewek yang lain, tetep dipaksa turun tanpa dikasih waktu untuk pake jilbab. Bahkan ada peserta yang berusaha menutupi rambut dan kepalanya pake kain bali, tapi kainnya malah ditarik ama setan jadi-jadiannya. Nah kalo ini sih, agak kurang ajar..

Aku jalan dengan malas-malas menuju tank deck bersama peserta lain. yang lain sih, ada yang lari ada yang jalan biasa. Yah abis gimana ya, masih ngantuk abis! Tiba-tiba dari belakang ada yang nyabet kaki ku, sakit! sontak aku omelin deh itu genderuwo jadi-jadian. heheh. di ujung lorong juga ada pocong yang baris. waduh...

Sampe di pintu tankdeck, hape ama segala barang" penting lainnya bisa di titipkan. Trus kita pada di suruh baris di tank deck. gelap banget, di situ juga udah banyak setan jadi-jadian keliaran. kami dibariskan cewek dan cowok di barisan yang berbeda. dalam kegelapan, ada yg menggandeng tanganku, eh ternyata mbak putri! syukuuuuurrr...trus di depan juga ada mbak ine, dan mbak-mbak yang lain. ah aku dikelilingi orang-orang yang aman. heheheh. di sebelah kiri aku ada mbak rahma dari aceh yang ternyata, lagi sakit. aku sudah menyarankan untuk kepinggir saja, apalagi mbak Orin udah pingsan. tapi dia-nya gak mau, katanya "kalo ngga ikutan bareng-bareng ya nggak seru.." tapi nafasnya udah kesenggal-senggal gitu, batuk mulu, badannya juga hangat. aduh mbak..

aku ternyata cukup hoki karna diapit oleh mbak putri ama mbak rahma. yang paling apes sih mbak putri, di kamar, muka dia udah dicoreng-coreng  pake oli. eh, di tank deck, tiap ada setan yang lewat, muka dia di coreng lagi. Mbak Putri lama-lama ngeroweng. hahahaha. Akhirnya aku ama Mbak Putri sepakat untuk nunduk aja, daripada kena jackpot lagi.
mana setan nya berisik banget, pukul-pukul ompreng, kaki nya di iket pake kaleng. behh..rasa kantuk ku perlahan hilang.

ngga lama, ada "dewa neptunus" plus ratu. aku sih ngelihatnya samar-samar, karna aku ngga duduk di barisan depan. Aku juga ngga bisa menerka, siapa yang menyamar jadi dewa neptunus. yang jelas, yang jadi ratu nya pun cowok! wkwk kocak!

wajah-wajah pasrah

Mbak Vingky kena jackpot!

Setelah aku lihat-lihat, ternyata yang mandi khatulistiwa bukan hanya peserta! Malahan, letnan" yang cewek juga ikutan kena. Alasannya simpel: ya karena mereka belom pernah mandi khatulistiwa. Panitia dari kemenpora juga kena semua! hahahh adil deh!

Trus kami disuruh baris satu-satu untuk minum "jamu" yang aku ngga tau campuran dari apa. Bilangnya dewa neptunus sih, air dari tujuh samudra. Apa'an, pait abis! Lidah ku dengan cepat merespon dan langsung aku muntahkan. Parahnya, kami ngga diperbolehkan minum sendiri, tapi di minumin dengan paksa! Kasar banget pula, sampe airnya masuk hidungku. Howeeek!

JACKPOT!

diolesin oli! uasseemm
Seperti foto diatas ini, setelah minum air yang ngga jelas ramuannya, kami harus ngantri untuk diolesin oli. Yah, ngga bisa kabur deh.. Tapi syukur berkali-kali aku ucapkan karna aku berjilbab. Jadi cuman kena muka ama sekitar jilbab doang. hehehheheh
kasian temen-temen yg lain, keramas 10 kali juga gak ilang-ilang bau amis nya.
Trus kami diarahkan ke deck samping, tempat kapal 590-1. Dari atas ada yang nyemprot air, wah alhamdulillah! tapi kok airnya rasanya beda ya? ternyata air laut! errrr..
ya lumayan lah buat ngebersihin oli di muka. mana ada yang potret" pula, yasudah, gimanapun keadaannya tetep smile!

semuanya pada nggerundel, ngomel-ngomel, ada yang ketawa ketiwi. trus kami disuruh balik lagi ke tank deck tempat kami bikin barisan. dan harus menunduk melewati dewa neptunus, istilah jawa-nya sungkem. hahhahah aneh-aneh aja.
setelah itu kami diberi amanah oleh dewa neptunus untuk menjaga laut kebaharian Indonesia. Dia juga bilang bahwa ngga segan-segan balik lagi apabila kami kembali lalai dan membuat kekotoran di lautan. Oke thok wes bang!

sungkem!

Waktu bersih diri, ada kejadian kecil yang ngga mengenakkan nih. Masa ada ABK (anak buah kapal) yang berdiri cengar-cengir di deket kamar mandi cewek. Dia udah disuruh minggir ama peserta cewek lain secara baik-baik, ngga mau pula. maksudnya apa coba? muntab deh aku, aku hampirin orangnya dan aku omelin. eh tuh ABK ngomel balik. Frontal aja lah, aku katain gak sopan dan kurang ajar. ABK itu membalas bahwa dia berdiri di situ karena ada "perintah" untuk ngejagain peserta cewek bersih diri. Buset, perintah macam apa itu?!

keesokan hari nya, ada salah satu peserta cewek yang juga protes dan lapor ke Pak Harun. dan ternyata nggak ada perintah semacam itu. Kan, dasar ABK norak! Aku juga ngga inget gimana muka+siapa nama ABK itu, jadi laporan ke Pak Harun pun ngga bisa berjalan mulus.
Seiring waktu, kekesalanku atas kejadian itu perlahan menghilang. Tapi takkan terlupa..

Setelah prosesi bersejarah itu, Kak Faisal bilang kalo kita sudah mandi khatulistiwa, hiu pun ngga bakal berani "mencicipi" kita karena kita udah disahkan jadi warga laut. Bahkan dapet sertifikat lho..heheh ada-ada aja!
sebenernya, kami ngelewatin khatulistiwa 2 kali lho.. ya alhamdulillah cuman "mandi" sekali. hehe. semoga aja kalo dapet kesempatan ikutan sail morotai tahun depan, ngga kena jackpot beginian lagi. ampuuuun!

>>to be continued...

Kamis, 24 November 2011

Dancing in Dumai

Masih di tanggal 5 Oktober, sepulang dari nanam mangrove, peserta LNRPB yang non-KPN langsung menuju tank deck buat gladi bersih Drama Musical. FYI, kami udah latihan berhari-hari untuk show up. Sementara peserta KPN dan yang ngga ngisi drama musical, pada ngikutin materi di helideck.


It's time to show up!
drama musical kami temanya "Anak Negeri" yang menceritakan tentang perjuangan pemuda mempertahankan NKRI. ya memang ceritanya sarat akan peran pemuda dan nasionalisme, tapi jangan harap drama musical ini boring dan serius. yang ada malah kocak abis! awalnya, ngga nyangka juga sih kerja keras kami bisa bener-bener sukses dan mengundang gelak tawa. salut buat Pak Sutradara  kak Zul ama kak Ary *plok plok plok*


Minat dan bakat peserta yang ikut ngisi acara bener-bener tertampung disini, mulai yang jago drama, tradisional dance, modern dance, nyanyi, puisi, sampe yang jago berantem. aku sendiri awalnya ditempatkan di tradisional dance, trus di switch ke modern dance.
Oh man! udah setahun lebih ngga ngedance, gak pernah nyangka bakal ngedance di Dumai apalagi ngedance nya sama stranger. ehm kayaknya kurang tepat kalo dibilang stranger, lebih tepatnya kawan-kawan hebat yang baru ku kenal dalam 2 minggu.
Di dance team, ada yang ngebreak juga yaitu kak aang (jkt) ama kak ulil (sby). kak aang sendiri terakhir ngebreak juga SMP, sedangkan dia sekarang udah semester 7! kalo kak ulil malah masih baru belajar. Debby ama Niema sih memang basicnya cheerleader, cuman dalam perjalanannya, Debby ngga jadi ikutan ngedance. Akhirnya dia resmi menjadi make up artist heheh!

awalnya sih, agak gimana gitu ya buat ngedance lagi mana aku pake jilbab. tapi masalah kostum dipikir akhir, yg penting own the stage dulu. hehehe. respon temen-temen setelah tau sih, pada positif, ngga nyangka, dll. hehehe thank you ya rek :)

Durasi drama musical kami sebenernya 45 menit-an, dan diprotes ama panitia penyelenggara. seharusnya jatah kami cuman 15 menit, ya protes balik lah kita!
tapi pas pelaksanaannya, bodo amat dah.. udah jalan, nanggung, habisin aja sekalian. hehehe. sedangkan dance sendiri durasinya ngga lama, cuman 3 menit itu juga termasuk efek lagu. tradisional dancenya yang agak lama, tapi tetep aja keren! dalam tempo yang sangat singkat, kami udah bisa menghapal banyak gerakan, detail, plus latihan kekompakan.
kostum kami sendiri koleksi pribadi, tukeran baju, plus pinjem seragam ABK yang loreng-loreng abu-abu khas seragamnya navy. di panggung juga beberapa kali improvisasi, tapi justru itu yang mengundang gelak tawa dan riuh applause dari penonton.
hasil kerja keras kami terbayar lunas! 

Didi, tari piring from Padang!

in action

padus team

traditional dance
ki-ka: kak ulil, kak aang, *guess*, niema

here we are :)
 yeah itulah!
FYI, terakhir aku pake lipstik se-merah itu waktu SD! itu juga acara kartini-an gitu..
awalnya agak ngga mau sih, tapi disarankan sama niema, karena kostum kita kan gelap, udah gitu acaranya malem jadi biar lebih "jreng".
whateva lah, yang penting bisa enjoy  ;)

berhubung kami udah menampilkan yang terbaik plus dapet sanjungan dari para pejabat di Dumai yang nonton, jadilah dapet bonusan dari Kak Faisal. dan bonusannya adalah makan di Lounge Room Perwira di Geladak F! awalnya aku pikir menunya bakal beda, eh ternyata sama saja sodara..hehehhe baguslah berarti memang senasib sepenanggungan :p bedanya, di Lounge Room Perwira ngga lagi pake kompreng, tapi pake piring beling yang warnanya putih. tapi sejujurnya menu di KRI Makassar ini menyehatkan, walopun lebih sering lauknya ikan, selalu di imbangi dengan sayur.

*** 

Hari kedua di Dumai kembali dihabiskan dengan PELESIR!
tapi aku ngga minat pelesir, lha mana disekitar dermaga gak ada spot menarik udah gitu waktu pelesir terbatas banget. Ada sih ramayana, tapi terlalu jauh, males deh. akhirnya aku, Rona (jkt), ama latifah memilih untuk jalan-jalan di sekitar dermaga dan nyari sarapan. Pilihan kami jatuh di sebuah rumah makan padang yang terang benderang, lauknya komplit, wuih menggiurkan abis!

Berhubung kami bertiga sama-sama norak dan gak tau gimana sistem penyajian di rumah makan padang, kami main protes aja waktu pelayannya menyajikan semua lauk pauk.
Baru setelah pelayannya ngejelasin kalo hanya membayar apa yang dimakan, baru deh pada manggut-manggut kayak kambing berjanggut. Tiba-tiba, ketemu ama mas Subhan (FIA UB, dia peserta lewat jalur dikti) yang sama-sama niat nyari sarapan, jadilah dia gabung ama kita. Aku cuman makan lidah sapi separuh, rendang 1 biji, ama sayur orak-arik plus teh hangat, nasi juga ambil secukupnya aja. Latifah, Rona ama mas Subhan kurang lebih juga sama, lah. Makanannya lumayan enak, standart masakan padang lah, aku kira-kira aja sih pengeluaran paling mentok belasan ribu, lah.

Ngga taunya, sodara...
setelah bayar di kasir (awalnya negative thinking juga, rumah makan gini doang aja ada kasirnya) akhirnya ketauan jati diri rumah makan padang ini: mahal!
masa' sarapan gitu doang habis 32ribu?! arrggghhh ngimpi apa coba!
aku kena paling mahal, yang lain pada kena sekitar 28 ribu!
wah kapok deh, sarapan Dumai sama kayak naik bis sby-malang PP!

pota-poto ama pahlawan lingkungan
Wajar aja sih waktu untuk pelesir dibatasin, soalnya siang ba'da dhuhur SHS dan MKS harus kembali layar menuju rute selanjutnya: Bangka. seperti biasa, peserta kerjaannya ya peran parade. well, Dumai sempet memberikan kesan yang buruk, mulai dari lautnya yang kayak susu coklat campur semen ditambah sarapan yang nguras uang saku *anak kost, wajar kalo emosi :p* tapi disamping itu, wawasan yang kami dapat khususnya di Chevron, interaksi dengan warga dan bocah-bocah di Dumai, walikota yang ramah, plus ngedance di Dumai sukses memberi nilai plus pangkat tiga untuk Dumai. hehe!


>>to be continued...

Dancing at Dumai

Hari kedua di Dumai kembali dihabiskan dengan PELESIR!
tapi aku ngga minat pelesir, lha mana disekitar dermaga gak ada spot menarik udah gitu waktu pelesir terbatas banget. Ada sih ramayana, tapi terlalu jauh, males deh. akhirnya aku, Rona (jkt), ama latifah memilih untuk jalan-jalan di sekitar dermaga dan nyari sarapan. Akhirnya pilihan kami jatuh di sebuah rumah makan padang yang terang benderang, lauknya komplit, wuih menggiurkan abis!

Berhubung kami bertiga sama-sama norak dan gak tau gimana sistem penyajian di rumah makan padang, kami main protes aja waktu pelayannya menyajikan semua lauk pauk.
Baru setelah pelayannya ngejelasin kalo hanya membayar apa yang dimakan, baru deh pada manggut-manggut kayak kambing berjanggut. Tiba-tiba, ketemu ama mas Subhan (FIA UB, dia peserta lewat jalur dikti) yang sama-sama niat nyari sarapan, jadilah dia gabung ama kita. Aku cuman makan lidah sapi separuh, rendang 1 biji, ama sayur orak-arik plus teh hangat, nasi juga ambil secukupnya aja. Latifah, Rona ama mas Subhan kurang lebih juga sama, lah. Makanannya lumayan enak, standart masakan padang lah, aku kira-kira aja sih pengeluaran paling mentok belasan ribu, lah.

Ngga taunya, sodara...
setelah bayar di kasir (awalnya negative thinking juga, rumah makan gini doang aja ada kasirnya) akhirnya ketauan jati diri rumah makan padang ini: mahal!
masa' sarapan gitu doang habis 32ribu?! arrggghhh ngimpi apa coba!
aku kena paling mahal, yang lain pada kena sekitar 18 ribu!
wah kapok deh, sarapan di Dumai sama kayak naik bis sby-malang PP!

Dumai Hot Potaoes*!!

*panas kentang-kentang = panas ngentang-ngentang = panas pol!

Tanggal 4 Oktober 2011, kami nyampe juga di Kota Dumai. Pada asing ya sama nama Dumai? Saya ngga heran, soalnya ini juga baru pertama kali saya denger kata Dumai. rasanya, tiap kata dumai disebut, aku selalu kebayang arab saudi yang banyak kurmanya... eh itu Dubai, ding. tapi kali ini kami ngga sendiri. KRI dr. Soeharso 990 (SHS) sudah sampai lebih dahulu. Di kapal SHS ada redcross gede yang menandakan bahwa mereka merupakan kapal bakti sosial yang juga merupakan bagian dari rangkaian acara Sail Belitong 2011.
SHS sendiri menurutku, kapalnya lebih panas dan ngga senyaman KRI Makassar. apalagi, isinya cowok semua, ceweknya paling ngga sampe 5 orang.

Btw, Dubai dan Dumai memang ada kesamaan: sama-sama panas! maklum aja sih, dumai memang kota industri yang terletak di Provinsi Riau. Di Dumai juga ada perusahaan pertambangan lepas laut. jadi ngga heran kalo dermaga dumai, airnya butek abis! haduuuh sampe sulit bedain, itu air apa susu coklat sih?

Seperti biasa, ritual yang kami lakukan waktu merapat ke dermaga adalah peran parade. kira-kira pukul 09.00 WIB kapal udah mulai merapat ke dermaga dan uniknya, kali ini yang menyambut kami bukan lagi anak-anak kuliahan atau perwira yang kece-kece kayak di Batam, melainkan anak TK yg bikin gemes! hehehe. setelah sambutan singkat di dermaga, kami diskusi di kapal bersama bapak walikota Dumai, Khairul Anwar yang cukup ramah.

hari ini jadwalnya sih pertandingan persahabatan sama pemuda setempat, tapi sebelum itu, sore hari sekitar pukul 15.00 kami dapet kesempatan untuk nyicipin naik sekoci-nya kopaska! yuhuuuu..!! Bagi yang belom tau, Kopaska itu Komando Pasukan Katak. Dinamakan katak ya karena katak itu hewan amphibi, mereka memang spesialis bawah laut atau operasi di lautan. Kakak" Kopaska ramah-ramah banget dan gewl abiss hahah sulit sekali mereka lepas dari kacamata hitam. Berhubung sekoci kopaska cuman 1 sedangkan peserta LNRPB ada 197, jadilah kami ngantri sampe jamuran. Aku belom pernah naik speedboat sih, tapi aku rasa naik sekoci kopaska ini 11-12 lah kayak speedboat, ngepot-ngepot gitu sodaraa...seru abis! Walopun ngepotnya di laut susu coklat, tapi tetep aja asoy! videonya menyusul ya, pasti bikin iri :p

cowok-cowok genit

we're ready to ngepot!

Sayang sekali cuman dapet tiket sekali naik, tapi kak Ivan, salah satu anggota kopaska yang juga kakak pembina di kelompok ku, menjanjikan naik sekoci kopaska lagi di Bangka. huasiiik!!
segera, kami kemas-kemas dan mulai bagi-bagi team dan suporter untuk pertandingan persahabatan. aku kebagian jadi suporter di pertandingan sepak bola di lapangan pertamina. di setiap pertandingan juga aku tetep aja jadi suporter, ngga naik pangkat hehe.
sisanya, pada main voli dan futsal di tempat yang berbeda.

berangkatlah 1 bis menuju lapangan pertamina, 1 bis sebenernya sih engga cukup, jadi ya buat cowok-cowok yang ngakunya gentle pada berdiri deh hehe kacian. awalnya, semangat para pemaen pada overload , tapi begitu sampe di lapangan pertamina, eh nyalinya pada ciut. malah, ada yang nyeletuk "pak, pulang aja deh pak..."
yailah, kecut boy! heheheh! tapi ngga heran juga sih, lawan kami sangat meyakinkan sih persiapannya, udah kayak pemain profesional gitu. kalo udah gini, saya sepakat deh sama prinsipnya bonek: bondo nekat.

Aku ngga begitu paham tentang teknis dan peraturan permainan bola, tapi dari sudut pandang aku sebagai orang awam plus sebagai penonton, mainnya team LNRPB cukup baik kok. Yaah mereka ini kan team dadakan, ngga pernah latihan dan ngatur strategi secara matang, jadi aku bisa bilang cukup baik :)

Aku sendiri lebih sibuk motret-motret mereka. kebetulan di samping lapangan, ada anak SD-SMP yang juga lagi latihan sepak bola. iseng, aku sapa mereka, aku ajak ngobrol. eh mereka respon, malah mereka yang aktif ngajak ngobrol dan nanya-nanya. hihihi lucu sekali anak-anak kecil ini. mereka ngira kak Engel yang dari Papua itu si Okto! Mereka juga nanya-nanya aku dari mana, sama siapa, semalam berbuat apa *loh?*
waktu mereka tau aku kuliah di Malang, tanah Jawa, mereka pada excited dan berujung pada minta alamat facebook, nama panjang, plus nomer hape! gilaak, harusnya sebelum aku berangkat berlayar, bikin kartu nama dulu ya? hehehehe.

yang laki, yang punya nyali!

suporter tanpa suara

nah lo, beda bangke kan? wkwk

bocah Dumai

gotcha!

dumai - malang, whatsapp yo!

ada yang ganteng ga?

after the "war"
 Skor?
Sudah bisa ketebak, ngga perlu tau brapa-berapa deh. heheheheh. Nasib serupa juga dialami grup voli sama futsal, pegel deeeh..

Jadwal kami di Dumai cukup lama juga sih, yakni 3 hari. Agenda selanjutnya, tanggal 5 Oktober 2011, kami kembali di bagi ke tiga team besar untuk mengunjungi perusahaan Chevron, Pertamina, sama 1 perusahaan lagi yang aku lupa namanya -,-v
kebetulan, kelompok ku kebagian di Chevron. Hoki bangke deh, Chevron bener-bener menyambut dengan luar biasa, aula yang bersih dan elegan, plus konsumsi yang gak tanggung-tanggung. hehehe

Perusahaan Chevron juga gedeee banget, mereka bahkan punya 4 tangki raksasa yang diameternya lebih luas dari lapangan bola. buset! awalnya aku ngga percaya, tapi pas diajak keliling dan aku ngelihat sendiri tangki-tangki item yang huge. kalo ngga salah ada 16 tangki yang ukurannya "kecil" dan 4 yang raksasa.

setelah berkeliling cukup lama, kami dijadwalkan buat menanam mangrove di hutan mangrove dekat dermaga. kelompok yang berkunjung ke chevron ternyata sampe paling akhir, yang lain sudah sampe duluan di hutan mangrove. yah, memang chevron terlalu memanjakan pengunjung kayaknya.

aula chevron, keren!

gede abis

bukan kolam renang ya, sodara

hutan mangrove @ Dumai

*foto pencitraan*
>>to be continued...